Virus corona: Trump sebut WHO ‘boneka China’, ancam akan hentikan persediaan secara permanen

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi ultimatum terhadap kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa AS akan menghentikan pemberian secara permanen jika lembaga tersebut tidak melakukan perubahan dalam 30 hari. Trump juga menyebut WHO sebagai “boneka China”.

Dalam suratnya kepada Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang dipublikasikan melalui Twitter di Senin (19/05) waktu AS, Trump menuding WHO “kurang independen sebab China” pada tahap “yang mengkhawatirkan”.

Trump menuduh lembaga itu “secara konsisten mengabaikan” apa yang dia sebut sebagai “berbagai laporan kredibel” bahwa virus telah menyebar di Wuhan pada asal Desember atau bahkan sebelumnya.

Poin-poin lainnya yang disebut Trump:

  • Mengutip sejumlah laporan bahwa WHO menunda pengumuman kondisi darurat akibat lagu Presiden Xi Jinping
  • Mengritik WHO dengan memuji “transparansi” China di pusat sejumlah laporan tentang penyensoran serta kurangnya kerja sama internasional
  • Menuduh WHO gagal mengomentari mengenai diskriminasi suku bangsa terkait virus corona yang diduga terjadi di China
  • Mengatakan Dr Tedros bisa saja menyelamatkan “banyak nyawa” jika dia bertindak seperti Dr Harlem Brundtland, kepala WHO zaman wabah Sars berlangsung

Pada kesimpulannya, Trump menuding ada “kesalahan-kesalahan langkah berulang kali” dengan dilakukan Dr Tedros dan WHO yang “sangat mahal harganya bagi dunia”.

“Satu-satunya jalan ke depan bagi Organisasi Kesehatan Dunia adalah jika mereka mampu menunjukkan independensi dari China, ” sebut surat Trump.

Trump lalu menyeru kepada WHO untuk melakukan “perbaikan-perbaikan substantif dengan besar” dalam 30 hari. Namun, dia tidak mengklarifikasi apa maksudnya.

Jika perubahan tidak dilakukan, Trump menegaskan bahwa GANDAR akan mengubah penangguhan aliran derma ke WHO menjadi penghentian biaya secara permanen sekaligus “mempertimbangkan keanggotaan kami dalam organisasi”.

Sebelum merilis ultimatum itu, Trump menyebut WHO sebagai “boneka China”.

Menurutnya, WHO “memberikan kami banyak instruksi yang sangat buruk, nasihat jelek” dan “sangat salah dan selalu berpihak kepada China”.

Surat ultimatum itu muncul dalam tengah Pertemuan Kesehatan Dunia PBB—sebuah pertemuan tahunan yang melibatkan 194 negara anggota yang meninjau kemampuan lembaga kesehatan PBB.

Trump, yang bakal menghadapi pemilihan presiden tahun ini, juga dikritik atas penanganan pandemi di GANDAR. Dia beberapa kali menuding China yang dituduhnya menutupi terjadinya wabah dan menuding WHO tidak meminta pertanggungjawaban China.

AS saat ini mencatat 1, 5 juta kasus positif virus corona, dengan lebih dari 90. 000 orang meninggal dunia.

Dalam pertengahan April lalu, Trump mencanangkan penangguhan aliran dana ke WHO.

“Saya memerintahkan jajaran saya untuk menghentikan pendanaan selagi menyusun tinjauan terhadap peran Organisasi Kesehatan Dunia dalam lupa kelola yang parah dan menyimpan penyebaran virus corona, ” menguraikan Trump dalam jumpa pers dalam Gedung Putih, Selasa (14/04) waktu setempat.

“WHO patah pucuk melakukan tugas dasar mereka & harus dimintai pertanggungjawaban, ” lanjutnya.

Seorang pakar konglomerasi tugas penanganan Covid-19 menyatakan Amerika Serikat “bisa menyelamatkan banyak nyawa” seandainya lebih awal menerapkan langkah-langkah untuk menghentikan Covid-19.

“Jika kita melakukannya sejak kausa, untuk menutup semuanya, barangkali mau sedikit berbeda, ” kata Dr. Anthony Fauci, pakar dari rangkai tugas penanganan virus corona di AS, kepada CNN.

Trump menunjuk WHO tidak bersikap obyektif sehingga menerima klaim China tanpa melaksanakan peninjauan.

“Jika saja WHO melakukan tugasnya di dalam mengutus pakar-pakar kesehatan ke China untuk secara obyektif meninjau status di lapangan dan membeberkan kurangnya transparansi China, wabah ini bisa diatasi pada sumbernya dengan kecil kematian, ” kata Trump.

“Ini akan menyelamatkan beribu-ribu nyawa dan menghindari kerusakan ekonomi dunia, ” imbuhnya.

Trump menuding WHO terlalu percaya terhadap klaim pemerintah China.

“Kepercayaan WHO pada penjelasan China mungkin menyebabkan peningkatan 20 kali lipat di dunia dan mungkin lebih…Begitu banyak kematian disebabkan kesalahan mereka, ” tuding Trump.

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa WHO bersikap “China sentris” di menangani pandemi virus corona.

Namun, klaim itu ditepis Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dia justru menodong semua pihak untuk “jangan mempolitisasi virus ini”.

“Yang paling kuat seharusnya memimpin jalan dan mohon karantinakan politik Covid, ” papar Tedros, dalam maklumat yang secara implisit merujuk Trump.

WHO mengandalkan molek dari negara-negara maupun pihak preman sebagai sumber pendanaan. Pendanaan tersebut juga dibagi menjadi kontribusi tetap dan sukarela. Selama beberapa tarikh terakhir, pendanaan sukarela terlihat semakin penting.

Pemerintah AS adalah kontributor dana sukarela terbesar, mencapai 15% dari seluruh pendanaan yang diterima WHO pada 2019.

Perlu dicatat AS juga berutang pada WHO dalam hal kontribusi wajib. Data pada Maret 2020 menunjukkan AS masih berutang lebih dari US$99 juta (Rp1, 5 triliun). Total ini terbanyak dari negara manapun.