Virus corona: Demonstran bersenjata gelar aksi protes di parlemen Michigan, senator pakai rompi antipeluru

Kerumunan demonstran bersenjata menggelar aksi protes di parlemen Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat, guna menentang karantina daerah atau ‘lockdown’.

Ratusan demonstran, yang sebagian tampak menyandang senapan serbu, berkumpul dan meneriakkan yel-yel. Banyak di antara mereka tidak memakai masker atau melestarikan jarak.

Bagian kepolisian mengizinkan sejumlah demonstran masuk gedung parlemen dengan terlebih dahulu memeriksa suhu tubuh mereka.

Demonstrasi bertajuk “Pawai Nasionalis Amerika” itu digelar kelompok Michigan United for Liberty. Mereka meruah kepada para anggota parlemen biar menyetujui pembukaan kembali toko-toko di 1 Mei.

Gubernur Negara Bagian Michigan, Gretchen Whitmer, sebelumnya telah memperpanjang aturan biar para warga tetap di vila sampai 15 Mei mendatang.

Negara Bagian tersebut mencetak lebih dari 41. 000 kasus positif corona dan sebanyak 3. 788 orang meninggal dunia kelanjutan Covid-19.

Sejumlah demonstran terlihat menyandang senjata api dalam gedung parlemen. Tindakan tersebut sah secara hukum, menurut undang-undang negara bagian itu.

Akan tetapi, beberapa karakter bersenjata dilaporkan mencoba memasuki ruang rapat, yang kemudian dicegah kepolisian.

Seorang senator negara bagian mengatakan beberapa koleganya memasang rompi antipeluru.

Tayangan rekaman video memperlihatkan sejumlah demostran berkecukupan di luar gedung parlemen, mencanangkan kata-kata seperti, “Biarkan kami mengakar! “, “Biarkan kami bekerja! “, dan “Ini rumah rakyat, Anda tidak bisa melarang kami masuk”.

“Virusnya di sini, ” cetus seorang demonstran, Joni George, kepada kantor berita Associated Press.

“Akan terjadi di sini…Ini saatnya membolehkan masyarakat kembali berfungsi. Itu saja, ” lanjutnya.

Aksi itu diyakini adalah yang terbesar sejak 15 April, ketika sejumlah demonstran Michigan mengendarai mobil mereka untuk menciptakan kemacetan di sekitar gedung parlemen negara bagian.

Saat tersebut, Presiden Donald Trump menyatakan sokongannya kepada para demonstran dengan merilis cuitan berbunti “BEBASKAN MICHIGAN”.

Beberapa pengritik menyuarakan cuitannya adalah upaya untuk membuat pemberontakan.

Pada Kamis (30/04), para anggota parlemen dari Partai Republik menolak permintaan Gubernur Whitney untuk memperpanjangan aturan darur

Mereka juga meloloskan mekanisme sehingga sang gubernur bisa dituntut atas penanganan selama pandemi. Peristiwa ini kemudian disambut lima masyarakat yang melayangkan tuntutan terhadap gubernur.

Namun, pada Rabu (29/04), Pengadilan Michigan memutuskan kesimpulan gubernur terkait karantina wilayah tak bertentangan dengan konstitusi

“Walaupun pengadilan menyadari kesulitan-kesulitan buat hidup dengan pembatasan sesuai secara perintah eksekutif [gubernur], bervariasi kesulitan itu sementara. Sedangkan bagi mereka yang tertular virus & tidak bisa pulih [dan bagi keluarga dan temannya], itu semua permanen, ” ucap Hakim Christopher M Murray di putusannya.

Pada Rabu (29/04), Gubernur Whitney menuding para-para simpatisan Partai Republik memperlakukan virus corona sebagai “masalah politik”, ketimbang “krisis kesehatan masyarakat”.

Gubernur Whitney mengatakan dirinya tak perlu izin parlemen untuk memperpanjang status darurat.

Kira-kira negara bagian, seperti Georgia, Oklahoma, dan South Carolina, telah menempuh berbagai langkah untuk melonggarkan pembatasan sosial. at.

Lihat juga Slot Online