Vaksin AstraZeneca: Pemerintah tegaskan ‘aman’, di tengah keraguan sebesar warga setelah laporan urusan kematian

vaksin-astrazeneca-pemerintah-tegaskan-aman-di-tengah-keraguan-sejumlah-warga-setelah-laporan-kasus-kematian-14

VAKSIN

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Pemerintah menekankan bahwa vaksin AstraZeneca aman, di sedang keraguan sejumlah warga menerima vaksin itu, setelah seorang pemuda di Jakarta meninggal tak lama setelah divaksin.

Kasus meninggalnya seorang pemuda di Jakarta tidak lama setelah menyambut vaksinasi AstraZeneca masih diselidiki oleh Komisi Nasional Perkara Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI).

Sementara itu, dua kejadian kematian sebelumnya setelah vaksinasi AstraZeneca, oleh Komnas KIPI, disebut tak berkaitan dengan vaksin.

Ikatan Sinse Indonesia (IDI) menyarankan pemerintah untuk tak memberi vaksin ini pada mereka dengan berusia di bawah 40 tahun.

Namun, pemerintah hingga saat ini belum memberikan batasan sempurna untuk pemberian vaksinasi AstraZeneca.

Sebelumnya, sejumlah negara—termasuk Jerman, Prancis, dan Kanada—membatasi secara ketat penerima vaksin Oxford-AstraZeneca karena kekhawatiran akan terjadinya pembekuan darah ( blood clot ).

Namun, Organisasi Kesehatan Negeri (WHO) dan Badan Obat-obatan Eropa mengatakan manfaat vaksin tersebut melebihi risiko dengan ada.

‘Masih bimbang divaksin’

Komnas KIPI setidaknya telah menerima laporan terkait kematian tiga orang yang terjadi tak lama setelah vaksinasi covid-19 dengan AstraZeneca.

Salah satunya adalah Trio Fauqi Virdaus, 22, pokok Jakarta Timur, yang saat ini masih diotopsi.

Trio meninggal satu hari setelah menerima vaksin AstraZeneca pada 5 Mei lalu.

Sementara, pada hari Senin (24/03), dilaporkan seorang pria berusia 44 tahun pokok Bali meninggal dua keadaan setelah menerima vaksin AstraZeneca, tapi Komnas KIPI sedang mengonfirmasi laporan tersebut.

AstraZeneca vaccine

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Hal ini menimbulkan syak wasangka pada sejumlah masyarakat soal keampuhan vaksin AstraZeneca.

Salah seorang di antaranya merupakan Dessi, 45, yang letak di Tangerang Selatan.

Dessi, yang masuk kelompok prioritas vaksinasi, bahkan meminta ibunya yang berusia 68 tahun untuk tak zaman mengikuti program vaksinasi, setelah diberitahu bahwa sentra vaksinasi di wilayahnya menyediakan vaksin AstraZeneca.

“Soalnya nggak ada informasi yang nyata apakah vaksin ini menerbitkan komorbiditas sehingga menyebabkan kematian. Juga tidak ada data yang jelas bagaimana terusan air pemerintah menangani KIPI.

“Sampai sekarang saya masih bimbang untuk vaksinasi menggunakan AstraZeneca. Di satu pihak saya merasa harus divaksin, di lain pihak beta tidak bisa meredam kekhawatiran saya soal apa dengan akan terjadi setelah vaksin, ” ujar Dessi.

VAKSIN

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Ahmadi, 49, yang tinggal di Badung, Bali, mengutarakan hal serupa.

Meski sebelumnya pernah menerima tawaran untuk mendapat vaksin, pelaku usaha itu masih ragu menerimanya. “Kalau selama ini yang AstraZeneca, dari pemberitahuan ada banyak masalah. Oleh karena itu saya mendingan menunggu dulu, ” ujarnya pada kuli Muhammad Khadafi yang mengadukan untuk BBC News Indonesia.

Sejauh ini, negeri, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), membatalkan sementara satu dari 40 batch vaksin Astrazeneca, yaitu CTMAV 547, untuk melayani uji sterilitas dan toksisitas.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui kaitan kadar produk dengan KIPI yang dilaporkan.

Hingga kini buatan investigasi belum diumumkan.

Sementara itu, capaian vaksinasi kelompok masyarakat yang adalah target pemerintah, yakni lansia dan pelayan publik, had kini baru mencapai sekitar 38% untuk suntikan mula-mula.

Dua kasus meninggal tak terkait vaksin AstraZeneca

Menanggapi kekhawatiran yang ada, Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari mengutarakan bahwa vaksin AstraZeneca tenteram.

Dua dari tiga laporan kasus meninggal sesudah vaksinasi Astrazeneca yang diterima KIPI disebutnya tak terkait dengan vaksin, tapi penyakit yang mereka derita.

vaksin, vaksin covid-19, AstraZeneca

Sumber gambar, Reuters

Dengan pertama, yakni lansia berusia 60 tahun di Jakarta, diyakini meninggal dunia sebab radang paru-paru.

Tatkala, yang kedua, adalah warga Ambon berusia 45 tarikh, yang diduga mengalami petunjuk berat Covid-19.

Tatkala, kematian warga Jakarta, Trio Fauqi, masih diselidiki karena ia meninggal saat muncul di rumah sakit, sehingga data kasus belum sampai.

Hindra menekankan pentingnya warga mengetahui kondisi kesehatannya sebelum divaksin.

“Kalau merasa punya komorbid, dominasi dulu ke dokter dengan dulu mendiagnosis atau sinse manapun, silahkan. Paling tidak ketemu dokter sekali sebelum divaksin, ” ujarnya.

AstraZeneca vaccine

Sumber gambar, Getty Images

Dr. Jane Soepardi, pakar imunisasi, mengatakan penting bagi penerima vaksinasi untuk benar tentang kondisi kesehatan mereka.

“Sebetulnya kalau masyarakat benar mengatakan ada masalah kesehatan, akan sangat membantu sekadar. Apabila sakit, sebaiknya kita berobat terlebih dahulu pra divaksinasi.

“Karena vaksinnya takutnya nanti mubazir dalam tubuh kita jadi tidak efektif membentuk antibodi. Akibat lainnya, apabila seseorang jatuh sakit dan diduga terkait vaksinasi, bisa memperlama program vaksinasi, ” ujar Jane.

Untuk menghindari kasus KIPI, fatal, Hindra menyarankan penerima vaksin mewaspadai sejumlah gejala, seperti kecil kepala yang hebat, pandangan kabur, sesak napas, sakit perut, dan pembengkakan suku.

Kalau itu terjadi, awak diminta segera melapor ke kontak yang tertera dalam kartu vaksinasi, atau kemudahan kesehatan terdekat.

Hingga kini, pemerintah telah menyuntikan kira-kira satu juta dari sekitar enam juta AstraZeneca yang sudah tiba di Nusantara.

Kasus kematian asing tak terkait vaksinasi

Ujung Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers Selasa (25/05), mengutip laporan Komnas KIPI bahwa sebelumnya dilaporkan juga kasus kematian yang terjadi tak lama sesudah 27 orang menerima vaksin Sinovac.

Namun, Wiku mengatakan, hal itu tidak terkait vaksinasi.

vaksin, AstraZeneca

Sumber gambar, ANTARA

Sebanyak 10 akibat kematian terjadi karena infeksi covid-19, 14 orang karena penyakit jantung serta pembuluh darah, satu orang karena gangguan fungsi buah secara mendadak, dan dua orang karena diabetes melitus dan hipertensi yang tak tekontrol. “Perlu diingat, tingkatan pravaksinasi adalah tahapan dengan penting dan krusial sebab pada prinsipnya vaksinasi hanya bisa diberikan untuk individu yang betul-betul sehat.

“Tahapan ini bertujuan mengisbatkan prosedur medis yang dilakukan dapat mencegah kejadian dengan tidak diinginkan, ” ujarnya.

Disarankan untuk warga di atas 40 tarikh

Di sisi lain, IDI menyarankan pemerintah untuk hanya memberikan vaksin AstraZeneca di dalam mereka yang berusia pada atas 40 tahun, dengan mengutip saran NHS ataupun Layanan kesehatan Inggris..

Ketua Satgas Covid-19 IDI Prof Zubairi Djoerban menjelaskan bahwa pada prinsipnya vaksin AstraZeneca sangat baik di dalam pengurangan kasus aktif dengan signifikan.

“Kita kan mau ikut yang baik, tentu. Tapi kalau suka ikut yang bagus, serupa harus ikut guideline (arahan)-nya. Maka itu, saya mengusulkan itu karena kita belum punya data Indonesia.

“Menurut saya kita nggak perlu tunggu banyak yang clot baru buat kebijaksanaan. Ikuti saja kebijakan Inggris, ” ujarnya.

vaksin, AstraZeneca

Sumber gambar, Reuters

Menanggapi petunjuk itu, Siti Nadia Pakar Bicara Vaksinasi Covid-19 mengatakan IDI hingga kini dengan resmi belum memberikan rekomendasi itu secara tertulis.

Pemerintah, katanya, masih menunggui rekomendasi tertulis dari pola profesi juga Technical Advisory Group in Immunization (ITAGI) dan BPOM sebagai regulator vaksin.