UTBK: Ketika para peserta ujian masuk PTN memakai masker, sarung tangan, dan jalani rapid test

Sebanyak 703. 875 peserta sejak sejumlah daerah di Indonesia memasukkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai syarat untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Jati (SBMPTN) yang dimulai pada Minggu (05/07).

Pelaksanaan UTBK tersebut menerapkan aturan kesehatan, termasuk memakai masker serta sarung tangan.

Di Jakarta, protokol ini diikuti oleh para peserta UTBK dalam Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagaimana dilaporkan Detik. com

Selama kurang jam, para peserta UTBK yang bermasker dan memakai sarung lengah tampak berkonsentrasi mengerjakan soal ujian di hadapan komputer masing-masing. Kira-kira diantara mereka juga memakai face shield.

Salah seorang peserta mengiakan kepanasan, sembari tetap berupaya pokok ke soal-soal ujian.

“Kita disuruh pakai face shield , sarung tangan. Cuma paling kendalanya tebakan panas, ” kata Kezia pada Detik. com seusai mengikuti UTBK pada UNJ, Minggu (05/07).

Peserta ujian lainnya, Alina (18), mengaku merasa khawatir.

” Rasa khawatir (tertular) ada gerangan,. Cuma gimana, ya. Kalau misalnya mau coba tahun depan kelamaan. Mau nggak mau harus mengikuti tahun ini, ” ungkap Alina, kepada Detik. com.

Jalani rapid test

Sementara tersebut di Institut Teknologi Bandung (ITB), tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Jabar) hendak melakukan sampling rapid test bagi peserta setelah mereka menjalani ujian.

“Sudah disampaikan oleh Satgas Provinsi pada saat rapat, belakang akan ada sampling rapid test setelah ujian, ” kata Koordinator Pelaksana Achmad Rochliadi dikutip Detik. com dalam konferensi pers melalui praktik Zoom, Minggu (05/07).

Induk UTBK-ITB, menurutnya, juga menyiapkan awak kesehatan yang akan melaksanakan mitigasi terhadap kasus dugaan Covid-19. Panitia akan menempatkan satu dokter & dua perawat di setiap kedudukan ujian. Mereka akan menggunakan APD level 1 dan APD kelas 2 juga tersedia ambulans dalam setiap lokasi.

Dalam Surabaya, pihak Universitas Airlangga mengiakan telah menyiapkan sekitar 7. 000 rapid test bagi para pengikut selama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Fasilitas rapid test itu akan diberikan secara gratis bagi peserta yang belum melakukannya.

Pengukuran suhu tubuh sebelum ujian

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Mohammad Nasih, mengatakan pengikut Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang suhu tubuhnya di akan 37, 5 derajat Celcius tak diperbolehkan untuk mengikuti ujian.

“Jika peserta ada suhu lebih dari 37, 5 derajat Celcius atau hasil rapid test reaktif tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian, ” ujar Nasih, seperti dilaporkan kantor berita Antara, Minggu (05/07).

Untuk peserta yang hasil rapid test reaktif, maka harus melakukan swab test atau tes usap secara mandiri. Jika hasil swab test tersebut negatif maka diperbolehkan untuk mendaftarkan tes pada tahap dua.

Sedangkan jika hasil swab test-nya positif, maka peserta tersebut tidak diperbolehkan untuk mengikuti tes baik tahap satu maupun dua.

Pelaksanaan UTBK merupakan syarat untuk mengikuti Pilihan Bersama Masuk Sekolah tinggi Negeri (SBMPTN).

UTBK yang dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama diikuti 579. 069 peserta dan tahap dua diikuti 124. 806 peserta.

UTBK tahap mula-mula diselenggarakan pada 5 hingga 14 Juli 2020. Adapun tahap kedua pada 20 hingga 29 Juli 2020.

Pelaksanaan tes UTBK dalam sehari dikerjakan dua sesi.

Untuk sesi pagi dimulai pada 09. 30 dan berakhir di 11. 15. Kemudian untuk bagian siang dimulai 14. 30 serta berakhir 16. 15.

UTBK diselenggarakan pada 74 Pusat UTBK yang tersebar di setiap provinsi di Indonesia.

Pada beberapa provinsi, Induk UTBK bekerja sama dengan madrasah maupun kampus lainnya untuk menyelenggarakan UTBK.

Masa waktu ujian akan digunakan buat pelaksanaan protokol kesehatan seperti mengucur ruangan dengan disinfektan. Setiap pengikut hanya diperbolehkan mengambil satu kala tes UTBK.

.