Thailand lakukan tes Covid-19 kepada puluhan ribu warga setelah muncul epidemi di pasar ikan

Thailand lakukan tes Covid-19 kepada puluhan ribu warga setelah muncul epidemi di pasar ikan

Warga mengantre untuk menjalani tes Covid-19 di pasar ikan Samut Sakhon pada tanggal 19 Desember 2020

Sesudah berbulan-bulan terhindar dari peningkatan kejadian virus sebagaimana terjadi di negara2 tetangga, Thailand mengalami lonjakan peristiwa Covid-19 sejauh ini.

Puluhan seperseribu warga menjalani tes Covid-19 sesudah muncul ratusan kasus yang dianggap berasal dari pasar ikan terbesar negara itu.

Selain melakukan pengetesan massal, pihak berwenang juga memberlakukan karantina wilayah di Samut Sakhon, daerah di kawasan pesisir dekat secara ibu kota Bangkok.

Di daerah itu terdapat pasar ikan dengan sebagian besar tenaga kerjanya bersumber dari negara tetangga Myanmar.

Mereka kini telah diperintahkan untuk tinggal di rumah.

Thailand adalah negeri pertama setelah China yang mencetak kasus Covid-19. Tetapi sejak tersebut, jumlah kasus yang ada relatif sedikit, lebih dari 4. 000 kasus dan 60 kematian.

Lonjakan urusan ini tentu membuat khawatir umum, karena selama ini warga mengindahkan protokal kesehatan.

“Warga Thailand berhati-hati; itu mengenakan masker dan mematuhi adat kesehatan. Mungkin ada sebagian kecil orang yang melanggar aturan, namun sebagian besar berhati-hati, ” terang wartawan BBC Thailand, Issariya Praithongyaem.

Bagaimana lonjakan terjadi ?

Kasus ini bermula dari seorang penjual udang yang berusia 67 tahun. Hasil tes hawa Thailand itu menunjukkan positif pada Kamis (17/12).

Kasus yang muncul di pasar ikan Mahachai market semrawut pusat industri hasil laut berkualitas miliaran dolar – memicu kalender pengetesan massal.

Empat kasus dilaporkan hari berikutnya dan sampai Minggu (20/12) jumlah kasus melonjak menjelma 689 – sebagian besar merupakan tenaga kerja migran dar Myanmar, kata Kementerian Kesehatan.

Ditambahkan penjual tolol yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut tak pernah meninggalkan wilayah Thailand dan pihak berwenang berusaha mencari tahu sumber penularan.

Langkah apa saja yang diambil?

Selain menggalakan pengetesan, para pekerja migran asal Myanmar yang letak di sekitar pasar juga diperintahkan untuk mengosongkan rumah mereka, melapor kantor beita AFP.

“Kami mengisolasikan mereka dan melarang mereka lari, ” kata sekretaris tetap Kementerian Kesehatan Kietphgum Wongit.

Selama diisolasi, lanjutnya, mereka diberi bantuan makanan serta air.

Tes usap di pasar ikan Samut Sakhon pada tanggal 19 Desember 2020

Para praktisi migran, sebagian besar berasal daripada Myanmar, tampak mengantre untuk melakukan tes usap di pasar pada Minggu. Tampak juga warga Thailand

Patuh para pejabat, sebagian besar kejadian yang teridentifikasi sejauh ini tidak menujukkan gejala-gejala.

Pada Senin (21/12), terdapat 360 lagi tenaga kerja migran yang dinyatakan positif virus corona, jumlah kasus harian terbanyak yang pernah terjadi sejauh ini di Thailand.

Juru bicara satuan tugas Covid-19 Thailand, Taweesin Visanuyothin, mengatakan pihak berwenang akan melakukan “penelusuran rajin di sejumlah komunitas yang terdiri dari sekitar 10. 300 orang”, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

Karantina wilayah dan jam malam pada Provinsi Samut Sakhon akan diberlakukan hingga tanggal 3 Januari.

Pihak berwenang mengatakan hingga 40. 000 orang di Samut Sakhon dan tiga provinsi tetangganya akan dites.

Bagaimana dampaknya terhadap Thailand ?

Pada umumnya Thailand lulus mengendalikan Covid-19. Jumlah kematian kelanjutan penyakit itu tergolong rendah pada negara dengan berpenduduk 70 juta jiwa dan terdapat jalan-jalan tikus di wilayah perbatasannya dengan empat negara, termasuk Myanmar.

“Kita harus membantai rantai pandemi secepatnya. Kita telah berpengalaman menanganinya, ” kata Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

suasana di Bangkok,Thailand

Pihak berwenang meminta penduduk pokok kota Bangkok untuk bekerja dari rumah, menghindari kerumunan massa, tengah tempat-tempat hiburan dan restoran harus menerapkan pembatasan sosial.

“Saya pikir semua langkah ini juga membatalkan program wisatawan domestik, ” jelas pengarang perencanaan BBC Thai, Issariya Praithongyaem.

Wabah terbaru ini terjadi masa Thailand berusaha menghidupkan kembali pabrik pariwisata yang telah lumpuh kelanjutan pandemi.

Sebagai contoh, negara itu melonggarkan penyekatan perjalanan bagi turis dari 56 negara untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

“Mereka diizinkan masuk ke Thailand tanpa menyabet visa terlebih dulu tetapi menetapkan membawa sertifikat kesehatan untuk meyakinkan mereka bebas dari Covid-19, menjalani karantina selama 14 hari dan mengalani tiga tes virus corona.

“Namun jika gelombang baru pandemi itu terjadi di dalam negeri, wisatawan mungkin akan berpikir dua kala apakah mereka mau mengambil efek, ” kata Issariya Praithongyaem.

Presentational grey line

Anda mungkin juga tertarik menonton video

Untuk memutar video tersebut, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain