Taliban kembali bangkit, bagaimana mereka bisa menguasai kembali setengah wilayah Afghanistan?

taliban-kembali-bangkit-bagaimana-mereka-bisa-menguasai-kembali-setengah-wilayah-afghanistan-16
  • Tim Jurnalisme Visual
  • BBC News

Sumber gambar, EPA

Kelompok Taliban kembali bangkit setelah dijungkalkan dari kekuasaan pada 2001 dan kini menguasai banyak wilayah di Afghanistan dalam dua bulan terakhir, bersamaan dengan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu mereka.

Dalam 20 tahun terakhir, peta wilayah kendali di Afghanistan lambat laun telah berubah.

Di sini, kita melihat pihak mana yan berhasil menguasai wilayah-wilayah di negara itu.

Tampaknya Taliban kian agresif dalam beberapa pekan terakhir sejak penarikan pasukan AS dengan menguasai kembali banyak distrik, yang direbut dari pasukan pemerintah.

Riset dari BBC Afghan menunjukkan bahwa milisi itu kini telah menancapkan posisi kuatnya di Afghanistan, termasuk di kawasan utara, timur laut dan bagian tengah seperti Provinsi Ghazni dan Maidan Wardak.

Mereka juga kian dekat dengan kota-kota besar seperti Kunduz, Herat, Kandahar, dan Lashkar Gah.

Baca juga:

Markas-markas polisi dan kantor-kantor pemerintah di banyak distrik kini sudah dikuasai Taliban.

Pasukan AS dan sekutunya di NATO serta para mitra koalisinya di kawasan berhasil menumbangkan kekuasan Taliban pada November 2001.

Kelompok itu melindungi Osama bin Laden dan sejumlah pimpinan al-Qaida lainnya yang terkait dengan rangkaian serangan teror di AS pada 11 September 2001.

Walau ada kehadiran pasukan internasional selama bertahun-tahun di negara itu, dengan kucuran uang miliaran dolar untuk mendukung dan melatih pasukan Afghanistan, tetap tidak bisa menghancurkan Taliban, yang berhasil memobilisasi lagi kekuatan mereka dan kian kuat di wilayah-wilayah terpencil.

Wilayah pengaruh mereka berada di sebelah selatan dan barat daya – seperti di Provinsi Helmand, Kandahar, Uruzgan, dan Zabul.

Mereka pun menancapkan pengaruh kuat di wilayah Bukit Faryab di barat laut dan wilayah Pegunungan Badakhshan di timur laut.

Kajian BBC pada 2017 menunjukkan bahwa Taliban telah berkuasa penuh di sejumlah distrik.

Namun penelitian itu juga menunjukkan bahwa mereka sudah aktif pula di banyak wilayah lain Afghanistan, melancarkan serangan tiap pekan dan bulan di beberapa wilayah, sehingga kekuatan mereka kian besar dari perkiraan sebelumnya.

Sekitar 15 juta orang – setengah dari total populasi – dilaporkan tinggal di wilayah-wilayah baik yang sudah dikendalikan oleh Taliban atau kehadiran mereka sudah terlihat di sana dan melancarkan serangan secara rutin kepada pasukan pemerintah.

Apakah Taliban bertahan?

Meski mereka kini mengendalikan lebih banyak wilayah ketimbang saat dijungkalkan pada 2001, situasi di lapangan masih cair.

Pemerintah telah dipaksa meninggalkan beberapa pusat administratif distrik setelah tidak mampu menahan tekanan dari Taliban. Wilayah-wilayah lainnya telah diambil alih paksa.

Ketika berhasil mereorganisasi pasukan maupun merekrut milisi-milisi lokal, pemerintah bisa merebut kembali beberapa wilayah yang mereka tinggalkan.

Di sejumlah wilayah, pasukan pemerintah pun gigih bertempur.

Walau sebagian besar pasukan AS sudah dipulangkan Juni lalu, sebagian masih di Kabul dan Angkatan Udara AS pun melancarkan serangan-serangan udara atas posisi-posisi Taliban dalam beberapa hari terakhir.

Pasukan pemerintah Afghanistan sebagian besar bertahan di kota-kota dan distrik-distrik yang terletak di dataran atau lembah-lembah sungai, yang dihuni banyak penduduk.

Sedangkan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai Taliban rata-rata berpenduduk lebih sedikit, tidak sampai 50 orang per kilometer per segi di banyak wilayah.

Pemerintah mengaku telah mengirim bala bantuan ke semua kota besar yang diancam Taliban dan telah menerapkan jam malam selama sebulan di hampir penjuru negeri dalam rangka menanggulangi serangan milisi itu.

Walau mereka tampaknya kian dekat di beberapa kota seperti Herat dan Kandahar, Taliban masih belum bisa menguasainya.

Namun kendali mereka atas banyak wilayah telah memperkuat posisi dalan bernegosiasi dan juga dalam mendapatkan pemasukan dalam bentuk pajak dan pampasan perang.

Sudah banyak warga sipil yang tewas akibat konflik selama paruh pertama tahun ini.

PBB menuding Taliban dan elemen anti-pemerintah lainnya bertanggung jawab atas sebagian besar kematian atas 1.600 warga sipil

Kontak senjata Taliban dengan pasukan pemerintah juga telah memaksa banyak warga mengungsi, sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal sejak awal tahun ini.

Badan PBB urusan Pengungsi (UNHCR) mengatakan gelombang baru pengungsi di penjuru Provinsi Badakhshan, Kunduz, Balkh, Baghlan dan Takhar terjadi sejak Taliban menguasai banyak wilayah di kawasan-kawasan itu.

Banyak orang yang mengungsi dari desa mereka dan ada yang kembai beberapa hari kemudian dan ada pula yang masih mencari tempat tinggal baru untuk sekian lama.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa serangan Taliban juga telah memaksa para pegungsi dan pasukan pemerintah untuk menyelamatkan diri ke negara tetangga, Tajikistan.

Sumber gambar, Getty Images

Taliban juga dikabarkan telah menguasai sejumlah wilayah dekat perbatasan, termasuk Spin Boldak, yang merupakan jalur utama ke Pakistan.

Tarif cukai atas barang-barang yang masuk ke Afghanistan lewat perbatasan yang mereka kuasai kini dipungut oleh Taliban – meski jumlah pastinya masih belum jelas karena volume perdagangan negara itu telah menurun akibat kontak senjata.

Namun, Islam Qala di perbatasan dengan Iran, contohnya, bisa mengumpulkan lebih dari US$20 juta per bulan.

Gangguan arus impor dan ekspor telah mempengaruhi harga barang kebutuhan pokok di pasaran, terutama BBM dan bahan pangan.

Laporan tambahan dari BBC Afghan.