Pilkada di Papua: Lebih 1. 000 orang masih mengungsi di Yalimo dan kesibukan pembakaran ‘terjadi lagi’ kacau ‘Saya diancam, rumah kami dibakar’

pilkada-di-papua-lebih-1-000-orang-masih-mengungsi-di-yalimo-dan-aksi-pembakaran-terjadi-lagi-saya-diancam-rumah-saya-dibakar-20
  • Heyder Affan
  • Kuli BBC News Indonesia

Sumber gambar, Detikcom/Istimewa

Aksi pembakaran sejumlah rumah yang dilakukan sekelompok orang masih terjadi di Yalimo, Papua, akibat buntut dari konflik Pilkada di wilayah itu, membuka polisi.

Sementara, lebih dari 1. 000 karakter warga Yalimo, terutama awak pendatang dari luar Papua, masih mengungsi di Wamena dan sekitarnya.

Sekelompok orang juga dilaporkan masih melakukan pencegatan agar orang-orang tidak keluar-masuk dari dan ke Yamino, dan ini dibenarkan kepolisian Papua.

Aksi terakhir ini menyebabkan masyarakat Yalimo mulai kesulitan mendapatkan kanal memadai di bidang kesehatan tubuh, pendidikan dan kebutuhan penting, kata seorang warga setempat.

Karena itulah, seorang pengamat meminta supaya pemerintah pusat dan pemprov Papua segera bertindak cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Baca pula:

Konflik terkait penetapan bupati dan wakilnya di Kabupaten Yalimo, meledak sesudah Mahkamah Konstitusi (MK) menggugurkan kemenangan pasangan Erdi Dabi-John Wilil dan memutuskan pengamalan pilkada ulang di Yalimo, akhir Juni lalu.

Alasannya, Erdi Dabi dinilai masih berstatus mantan terpidana, sehingga baru dapat mengajukan muncul sebagai calon bupati lima tahun mendatang.

Sumber gambar, TribunPapua/Istimewa

Putusan MK ini dijawab dengan kemarahan massa pendukungnya dengan melaksanakan aksi pembakaran bangunan dan kendaraan bermotor pada simpulan dan awal Juli pada Yalimo.

Lebih dari 30 gedung kantor pemerintah, kira-kira 126 rumah toko, serta lebih dari 110 organ bermotor ludes dibakar, demikian data kepolisian yang dirilis awal Juli lalu.

Buntutnya, lebih dari 1. 000 orang warga Yamino, dengan didominasi pendatang dari sungguh Papua, memilih menyelamatkan diri dan mengungsi ke Wamena dan sekitarnya.

‘Massa balik membakar lima unit rumah’

Aksi pembakaran balik dilakukan oleh sekelompok orang terhadap lima unit sendi di Yalimo, Selasa (24/08), di saat para pihak terkait berupaya meredam konflik agar tidak meluas.

“Terjadi pembakaran lima unit rumah di kompleks tidak jauh dari [pusat] perkotaan [Yalimo], serta kita masih melakukan pengkajian, ” kata Juru cakap Polda Papua Kombes Penuh Ahmad Musthofa Kamal kepada BBC News Indonesia, Rabu (25/08) malam.

Aksi pengabuan lanjutan ini terjadi masa kedua massa pendukung pasangan calon Pilkada Yalimo dilaporkan mulai bisa mengurangi tensi konflik, tambah polisi.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Indikasinya, menurut Musthofa Kamal, massa pendukung kedua pasangan calon yang bertikai “sepakat bangsa tidak boleh keluar-masuk [Yalimo] sampai tersedia pelaksanaan pemungutan suara kembali (PSU). ”

“Kalau tersedia keluar-masuk {orang-orang] {nanti|belakang} dikhawatirkan terjadi mobilisasi {massa|kawula|pengikut} dari si A {dan|&|serta} si B, ” {ungkap|membuka} Kamal. Langkah ini {tidak|tak} dilarang oleh aparat kepolisian yang terus mengupayakan {dialog|perbincangan|percakapan} dengan pimpinan kelompok {massa|kawula|pengikut}.

Seorang warga Yalimo {yang|dengan} kini mengungsi ke Jayapura, Yohannes Dogopia, yang {juga|selalu|serupa|pula} anggota Bawaslu setempat, {mendapat|memiliki} informasi bahwa larangan keluar-masuk wilayah itu ditandai “pemasangan palang-palang” di sejumlah {jalan|hidup|bulevar|pekerjaan|timah|ustaz|ulama|berkepanjangan|tiang} tertentu.

Aksi ‘pencegatan’ {seperti|laksana|kaya|serupa|sesuai|semacam|bagaikan|seolah-olah} ini, menurutnya, makin {membuat|memproduksi|menghasilkan|menyusun|mewujudkan|melaksanakan|mendirikan|membina} “perekomian macet di Yalimo. Semua jalan ditutup {oleh|sebab} massa pendukung, pasar {dan|&|serta} kios tutup. ”

“Untuk bertahan, sebagian {warga|awak|masyarakat} mengandalkan hasil kebun, {dan|&|serta} lainnya mengungsi ke Wamena, ” kata Yohannes {kepada|pada} BBC News Indonesia, {melalui|meniti|menggunakan|melalaikan|mencuaikan} telepon, Rabu (28/08).

Sampai sejauh ini belum ada keterangan dari Pemprov Papua, KPU Papua, {serta|beserta|mengikuti|dan} kedua pihak yang {bertikai|bentrok|berselisih|bertelingkah|berbeda} tentang jalan keluar {dari|daripada|lantaran|dibanding|sebab|sejak} kemelut pilkada yang {bisa|mampu} diterima semua pihak.

{Pada|Di|Dalam|Di dalam} Rabu (25/08) malam, BBC News Indonesia sudah {menghubungi|menemui|men} Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad, Muhammad Rifai Darus, melalui sambungan telepon, {namun|tetapi} yang bersangkutan menolak berkomentar.

Baca juga:

“Maaf, saya belum {dapat|bisa|mampu|sanggup} petunjuk akan hal {ini|itu|tersebut}, ” kata Rifai Darus dalam pesan tertulisnya.

Kementerian Dalam Negeri {juga|selalu|serupa|pula} menolak menjawab pertanyaan BBC News Indonesia, Rabu {malam|suangi}, perihal penyelesaian seperti {apa|barang apa} yang akan ditempuh {pemerintah|negeri} pusat atas konflik Pilkada di Yalimo.

“Maaf {tak|tidak} bisa respon, ” tulis Dirjen Politik dan PUM Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, {dalam|pada|di|di dalam} pesan singkatnya.

Sumber gambar, KOMPAS. COM/DHIAS SUWANDI

Dua pekan lalu, {Pemerintah|Negeri} Provinsi Papua telah {meminta|menodong} agar Kemendagri segera {mengeluarkan|melahirkan|mengutarakan|menggunakan|menyingkirkan} putusan terkait nama {Penjabat|Pemegang} (Pj) Bupati Yalimo.

Hal itu diutarakan {agar|supaya|biar} pelayanan publik di Yalimo dapat berjalan seperti {sedia|siap} kala.

Sebelumnya, Sekda setempat ditunjuk pelaksana harian (Plh) Bupati Yalimo dan {berakhir|sudah} pada 15 Juli {lalu|lulus|awut-awutan|berantakan|berarakan|semrawut|cerai-berai|berserakan|morat-marit}.

Adapun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Yalimo {menyatakan|membuktikan} pihaknya masih berkukuh {untuk|buat} menjalankan putusan MK {yang|dengan} mendiskualifikasi salah-satu paslon {dan|&|serta} segera menggelar pemungutan {suara|pandangan|bahana|perkataan} ulang.

Baca {juga|selalu|serupa|pula}:

“Posisi kami {tetap|pasti|langgeng|lestari|tentu} menjalankan putusan MK, ” kata Yohanes Dogopia, {anggota|bagian} Bawaslu, yang membidangi {divisi|bagian} hukum penanganan pelanggaran {dan|&|serta} sengketa, kepada BBC News Indonesia, Rabu (25/08).

Yohannes juga mengharapkan agar {pemerintah|negeri} pusat dan Pemprov Papua segera mensosialisasikan keputusan MK kepada masyarakat Yalimo.

Sumber gambar, Arsip Yohannes Dogopia

“Karena masyarakat [di Yalimo] menerima informasinya {masih|sedang} mentah. Mereka tidak {filter|penyaring|penapis} dulu, ” katanya.

{Dia|Tempat} berulangkali meminta agar {aparat|abdi|negara|alat|amtenar|petugas} keamanan dan pemerintah {bekerja|berlaku|hidup|menyala|beroperasi|berfungsi|bergerak|berjalan|main} sama menyelesaikan persoalan {ini|itu|tersebut}, dengan menjelaskan kepada {masyarakat|asosiasi|umum|kelompok|bangsa|klub}.

“Sehingga kami bisa {menjalankan|melaksanakan|melayani|mengarahkan|mematuhi|menyelenggarakan|mewujudkan} tahapan untuk pemungutan {suara|pandangan|bahana|perkataan} ulang, ” ujar Yohannes.

‘Lebih dari 1. 000 warga pendatang masih mengungsi’

Sampai Rabu (25/08), lebih dari 1. 000 warga Yalimo – didominasi warga pendatang – {yang|dengan} menyelamatkan diri dengan mengungsi ke Kabupaten Wamena {dan|&|serta} sekitarnya, masih belum {kembali|balik} ke tempat tinggalnya.

“Mereka ini mayoritas masyarakat {pendatang|perantau|pengembara}. Ketika ada kemarahan {sesaat|semusim|sekilat} pendukung salah-satu peserta [pilkada], saudara-saudara kita {ini|itu|tersebut} saat ini masih {mengamankan|menyimpan|menyembunyikan} diri, ” kata {Juru|Pakar|Ahli|Spesialis|Ujung|Tukang} bicara Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal.

Sumber gambar, Dok Kodim 1702/Jayawijaya/Kompas. com

{Saat|Zaman|Masa|Era} aksi pembakaran terjadi {pada|di|dalam|di dalam} akhir Juni dan {awal|pokok|depan|kausa|asal|introduksi|pembukaan|mula|pangkal} Juli, para pendatang {ini|itu|tersebut} sempat mengungsi ke {instansi|lembaga|institusi|badan|jawatan} TNI-Polri, namun akhirnya {memutuskan|membatalkan|menetapkan} mengungsi ke Wamena {dan|&|serta} sekitarnya.

“Sampai saat {ini|itu|tersebut}, mereka belum [kembali ke Yalimo], ” kata Kamal.

Baca juga:

Namun faktanya bukan {hanya|cuma} para pendatang yang mengungsi untuk menyelamatkan diri. Yohanes Dogopia, anggota Bawaslu {yang|dengan} lahir dan besar {di|dalam|pada} Yalimo, juga memilih mengungsi.

“Yang merasa dirugikan [dari putusan MK] mencari salah-satunya saya, sebagai penyelenggara {dari|daripada|lantaran|dibanding|sebab|sejak} Bawaslu, maka dari {sisi|bagian} itu, keluarga saya {terancam|gawat}, ” ungkap Yohannes {kepada|pada} BBC News Indonesia.

“Tempat tinggal saya, {yang|dengan} dulu pernah saya tempati, itu dibakar juga, ” tambahnya. (Kisah lengkapnya lihat boks {di|dalam|pada} bawah ini).

Yohannes Dogopia, anggota Bawaslu Yalimo, mengungsi di Jayapura:

‘Saya diancam, rumah saya dibakar, kami sekeluarga trauma’

Mereka yang dirugikan {hasil|buatan} putusan MK itu {mencari|membongkar-bongkar|mengaduk-aduk|memeriksa} salah-satunya saya, sebagai {penyelenggara|pengelola|pemangku} Pilkada di lembaga Bawaslu.

Maka, dari sisi {itu|tersebut}, keluarga saya juga {terancam|gawat}. {Tempat tinggal|Kediaman} saya {di|dalam|pada} Yalimo, yang dulu {pernah|sudah} saya tempati dan {kebetulan|bertepatan} aset pemerintah, itu dibakar juga.

Hanya rumah {saya|hamba|aku|beta|kami} yang baru, belum dibakar. Semua keluarga saya {sudah|telah} mengungsi ke Jayapura. {Saat|Zaman|Masa|Era} kejadian saya baru {tiba|muncul} di Jayapura dari Jakarta.

Keluarga saya masih {trauma|pukulan} sampai sekarang. Kebetulan {istri|pedusi|hidup|orang} saya kerja di Bank Papua yang dibakar {juga|selalu|serupa|pula}. Karena dia trauma, {dia|tempat} bertahan di Jayapura.

{Sebelum|Pra} rumah kami dibakar, {istri|pedusi|hidup|orang} saya sudah menuju ke Jayapura.

Sumber gambar, Arsip Yohannes Dogopia

Hal {itu|tersebut} dilakukan istri saya, {karena|sebab} sebelum ada putusan MK, sudah ada ancaman {melalui|meniti|menggunakan|melalaikan|mencuaikan} pesan tertulis ke telepon genggam kami.

{Ancaman|Risiko|Intimidasi|Kerawanan} melalui telepon itu {langsung|tepat} ditujukan kepada saya. {Sehingga|Jadi} saya perintahkan istri {saya|hamba|aku|beta|kami} agar segera mengungsi {sebelum|pra} ada putusan MK.

{Ada|Tersedia} beberapa dokumen yang {saya|hamba|aku|beta|kami} simpan di rumah {itu|tersebut}, ikut terbakar.

{Hari|Keadaan} Rabu (25/08), masyarakat Yalimo masih trauma, dan {masih|sedang} ada aksi pembakaran rumah-rumah. Mereka akhirnya berdiam {diri|muncul} di rumah.

Perekomian {macet|terhambat|tertahan|terbengkalai|terhenti} di Yalimo. Semua {jalan|hidup|bulevar|pekerjaan|timah|ustaz|ulama|berkepanjangan|tiang} ditutup oleh massa {pendukung|pembantu}, pasar dan kios {tutup|menutup}. Untuk bertahan, sebagian {warga|awak|masyarakat} mengandalkan hasil kebun, {dan|&|serta} lainnya mengungsi ke Wamena.

Mengapa Pilkada di Papua beberapa {kali|kala} diwarnai konflik dan {kerusuhan|keonaran|keributan|kekacauan|kegemparan|kegaduhan}?

Data Perkumpulan {untuk|buat} Pemilu dan Demokrasi {alias|nama lain|pedengan} Perludem mengungkapkan, ada 20 daerah di Papua {dan|&|serta} papua Barat yang {menggelar|menjadikan|menyelenggarakan|mewujudkan|menerapkan|mengimplementasikan|menunaikan} pilkada.

“Namun, {satu|mulia|utama|kepala} daerah di Papua Barat, yakni Teluk Wondama, {dan|&|serta} tiga daerah di Papua, yakni Nabire, Boven Digoel, dan Yalimo, harus {melaksanakan|melakukan} pemungutan suara ulang (PSU) sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), ” kata {anggota|bagian} Dewan Pembina Perludem, {Titi|Menjalani} Anggraini, kepada BBC News Indonesia, Rabu (28/08).

“Nah, Nabire dan Boven Digoel menggelar pemungutan {suara|pandangan|bahana|perkataan} ulang (PSU) di {seluruh|semesta|segenap} tempat pemungutan suara (TPS), sedangkan Yalimo di 105 TPS dan Teluk Wondama 32 TPS, ” ungkapnya.

“Yalimo bahkan PSUnya {dua|besar|perut} kali. Setelah diulang, {kembali|balik} diulang lagi, ” katanya.

Titi Anggraini menganalisa, {konflik|pertentangan|perselisihan|pertengkaran|pertikaian|percekcokan|permusuhan} pilkada yang terjadi {di|dalam|pada} Papua, dilatari masalah {yang|dengan} disebutnya “penuh kompleksitas”.

{Kompleksitas|Kepelikan} itu, menurutnya, dikontribusikan {oleh|sebab} integritas para pihak {yang|dengan} terlibat {di dalam|dalam} penyelenggaraan pilkada dan pemilu.

Sumber gambar, KOMPAS. COM/DHIAS SUWANDI

“Utamanya integritas calon {dan|&|serta} penyelenggara pemilu, ” {kata|sekapur|cakap|sirih|introduksi|prawacana|kata pendahuluan|sebutan|logat} Titi Anggraini kepada BBC News Indonesia, Rabu (28/08).

Dari penelitian Perdulem, {di|dalam|pada} wilayah itu banyak {dijumpai|ditemukan} masalah berkaitan dengan {kecurangan|manipulasi}, manipulasi, dan pelanggaran {yang|dengan} disebutnya melibatkan dua {pihak|bagian} tersebut.

“Belum {lagi|sedang|teristimewa} tata cara teknis kepemiluan unik yang ada {di|dalam|pada} Papua, yaitu keberlakuan {sistem|pola|bentuk} noken, ” ujarnya.

“Itu [Sistem noken] {juga|selalu|serupa|pula} sering kali disimpangi {dengan|secara} praktek curang dan {manipulasi|akal|akal busuk} yang melibatkan para politisi lokal, ” kata {Titi|Menjalani} menganalisa.

Baca {juga|selalu|serupa|pula}:

Kompleksitas ini {kian|situ} rumit karena, tambah {Titi|Menjalani}, ada persoalan lainnya, {yaitu|yakni} belum berjalannya pendidikan {politik|kebijakan} secara baik di {masyarakat|asosiasi|umum|kelompok|bangsa|klub} di wilayah yang {sangat|betul|benar} luas.

Ditanya tentang {jalan keluar|kesimpulan} untuk mengatasi konflik-konflik seperti ini yang berulangkagkali terjadi di Papua, {Titi|Menjalani} mengatakan pihaknya telah {meminta|menodong} agar semua otoritas {terkait|terpaut} mengkaji pemilihan asimetrik {di|dalam|pada} Papua.

“Karena ekses {konflik|pertentangan|perselisihan|pertengkaran|pertikaian|percekcokan|permusuhan} itu hampir tidak terhindarkan, bahkan menyasar korban {jiwa|tali jiwa|atma|spirit|rohani|hayat|sukma|nyawa|arwah} dan bukan cuma {fisik|wujud} bangunan, ” kata {Titi|Menjalani}.

Karena itulah, gagasan pemilu yang didisain tidak {langsung|tepat} bisa digelar di Papua.

“Tetapi betul-betul menyajikan {proses|metode|cara|jalan} yang akuntabel dan keterpilihan orang yang memang {punya|memiliki} komitmen terhadap bangunan {dan|&|serta} kapasitas pelayanan publik {di|dalam|pada} Papua, ” papar {Titi|Menjalani}.

Sumber gambar, ANTARA

Dia menggarisbawahi bahwa {gagasan|pendirian} ‘pemilihan tidak langsung’ {di|dalam|pada} Papua ini merupakan {pilihan|alternatif|opsi} antara, sampai ada {kemampuan|kepandaian|keahlian|daya|kemahiran|keterampilan|kekuatan|kecakapan|penguasaan} mengfungsionalisasi institusi politik {yang|dengan} ada.

Dalam jangka {pendek|rendah|kompak|hina}, penyelesaian yang bisa {dilakukan|dikerjakan} dalam kasus-kasus pilkada {adalah|ialah|merupakan} mengedepankan dialog dan {keterlibatan|kontribusi} parpol yang terlibat {konflik|pertentangan|perselisihan|pertengkaran|pertikaian|percekcokan|permusuhan}, serta tokoh gereja.

“Mungkin prosesnya tidak bisa {cepat|lekas|segera}, tetapi ketimbang misalnya {ini|itu|tersebut} dibiarkan terus, situasi {makin|bahkan|kian} memburuk, dan pelayan {publik|umum|terbuka|jemaah} terganggu, komitmen untuk menjuadikan ini sebagai prioritas, {itu|tersebut} sangat diperlukan, ” {tandasnya|katanya}.

“Jangan ini dibiarkan {berlarut-larut|menyimpang|berkepanjangan}, tetapi ini memang {prioritas|pengutamaan|preferensi} yang harus dituntaskan. ”