Pengukuhan pegawai KPK menjadi ASN di tengah sejumlah penolakan: ‘Akan ada gojang-ganjing, ganggu soliditas organisasi, dan berpengaruh pada OTT’

pelantikan-pegawai-kpk-menjadi-asn-di-tengah-sejumlah-penolakan-akan-ada-gojang-ganjing-ganggu-soliditas-organisasi-dan-berdampak-pada-ott-12

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Pelantikan 1. 271 personel Komisi Pemberantasan Korupsi dengan dinyatakan lulus tes paham kebangsaan (TWK), hari Selasa (01/06), disebut seorang mantan pegawai, tak akan meninggalkan polemik yang terjadi di badan antirasuah itu.

Sebelumnya, sekitar 600 pegawai KPK meminta agar pelantikan itu ditunda & 75 pegawai yang dinyatakan tak lolos “saringan TWK”, termasuk penyidik senior Novel Baswedan, juga diangkat menjelma Aparatur Sipil Negara (ASN).

Protes para personel itu diyakini dapat menerbitkan “gonjang ganjing” di tubuh KPK, yang akan berpengaruh pada kinerja badan itu.

“Sampai November hendak ada gojang ganjing tersebut, yang mengganggu soliditas pola, ” kata pegawai tersebut.

Di bagian lain, Ketua KPK mengutarakan, kinerja badan itu “tak akan dipengaruhi oleh karakter perorang dan masalah tuntutan ratusan pegawai itu sudah selesai”.

Menyuarakan juga :

‘Tak dipungkiri akan hambat kinerja’

Ketua KPK Firli Bahuri melantik lebih dari 1. 200 pegawai KPK menjadi ASN, Selasa, (01/06), bertepatan secara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Sebelumnya, sekitar 600 pegawai KPK, mengirim surat kepada pimpinan KPK menodong pelantikan itu ditunda, hingga masalah terkait TWK — yang oleh sejumlah bagian disebut kontroversial — lengkap.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.

Dari 75 staf yang dinyatakan tak lolos TWK, 51 di antaranya akan diberhentikan secara resmi pada satu November mendatang, sementara sisanya “diberi pembinaan”, menurut informasi KPK.

Beberapa staf yang tak lulus TWK mengatakan bahwa hingga hari pelantikan, mereka belum keahlian apakah mereka masuk kategori pegawai yang akan diberhentikan atau diberi program pembinaan.

Salah seorang personel KPK, yang lulus TWK, ikut dilantik Selasa kemarin.

Pegawai itu, dengan tak mau nama selalu jabatannya disebut, adalah satu diantara dari ratusan orang pekerja yang sebelumnya menyurati pimpinan KPK agar pelantikan ditunda.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Meski akhirnya dilantik, ia dan karyawan lainnya, berkomitmen terus memperjuangkan kadar 75 kolega mereka.

“Secara pribadi-pribadi, tentu berkomitmen bekerja secara cakap… namun, tidak dapat dipungkiri secara kolektif ya menjelma ada yang terkendala. Misalnya ketiadaan kasatgas (kepala satuan tugas), mereka itu dengan mengarahkan, merencanakan, membuat strategi penyelidikan atau penyidikan.

“Bukan hanya penindakan sekadar, yang bidang pencegahan serta pendidikan pun terkendala sebab sebenarnya berdasarkan analisis muatan kerja saja KPK sedang kekurangan orang, ” ujarnya.

Sumber gambar, ANTARA

‘Gonjang-ganjing KPK’

Sementara itu, salah satu personel yang tak lulus TWK, Sujanarko, yang juga bekas Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi KPK, meyakini protes para pegawai itu akan berdampak pada soliditas organisasi.

“[Permintaan penundaan] yang 600 orang itu kan menunjukkan bahwa secara kredibilitas ada masalah di pimpinan KPK. Untuk jangka panjang, kami yakin membangun soliditas tidak gampang. Apalagi kan yang 75 staf tidak mampu diberhentikan sampai bulan November.

“Sampai November hendak ada gojang ganjing itu, yang mengganggu soliditas organisasi, ” ujar Sujanarko.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Menurut Sujanarko, yang baru mengikuti masa pensiun kurang sejak dua minggu lalu, kejadian itu akan berdampak dalam kinerja KPK, misalnya dalam hal operasi tangkap lengah.

Hal senada disampaikan peneliti Indonesia Corruption Watch, Kurnia Ramadhana, yang mengutarakan masalah di KPK tidak akan selesai dengan pengukuhan ini.

“Seharusnya arahan KPK itu melantik semesta pegawai KPK karena mandat undang-undang itu adalah pemberian [semua pegawai KPK menjadi ASN] serta ditegaskan juga dalam putusan Mahkamah Konstitusi, ” introduksi Kurnia.

Sudah selesai

Menanggapi keraguan mengenai kinerja KPK ke depan, Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers hari Selasa (01/06), mengatakan pekerjaan di KPK tidak bergantung orang bohlam orang, tapi dikerjakan sebab tim.

Firli mengutarakan semua pekerjaan yang belum selesai akan diselesaikan oleh KPK.

Ia juga merespons pertanyaan mengenai soliditas KPK, menyusul protes ratusan karyawannya.

“Saya ingin katakan ya ini sudah selesai ya karena buktinya 1. 271 pegawai hadir [di pelantikan].

“Ke depannya, tantangan perintah masih berat ke ajaran sehingga harus bangun soliditas karena tujuan KPK adalah pemberantasan korupsi agar berdayaguna dan berhasilguna, ” ujarnya.

Firli mengatakan TWK sudah dilaksanakan sesuai secara peraturan perundang-undangan dan dia menampik tuduhan bahwa pranata itu ingin menyingkirkan orang tertentu melalui tes itu.

Sumber gambar, ANTARA

Menengai nasib 75 orang yang tak lolos TWK itu, Firli menyebutnya sebagai “pekerjaan rumah” bersama-sama dan badan itu telah “banyak memperjuangkan” staf-staf itu.

Sementara itu, pekerja yang tak lulus telah melaporkan TWK, yang pertanyaan-pertanyaannya mereka sebut janggal, pada Komnas HAM, Komnas Perempuan, juga Ombudsman.

Upaya ini didukung oleh sejumlah aktivis antikorupsi dan akademisi yang menilai apa dengan dilakukan KPK dengan mengadakan TWK adalah upaya pelemahan KPK.

Sujanarko, salah satu pegawai KPK yang tak lulus TWK, mengatakan 75 staf tersebut tak akan menyerah.

“Kalau pertarungan tinju, ada banyak ronde. Ronde baru kita kalah.

“Mudah-mudahan kita bisa bangkit teristimewa, ” ujarnya.