Pengobatan pasien Covid-19: Uji klinis gunakan protein capai ‘terobosan’ baru, peluang sembuh dua sampai tiga kala lipat

Pengobatan pasien Covid-19: Uji klinis gunakan protein capai 'terobosan' baru, peluang sembuh dua sampai tiga kala lipat
  • Justin Rowlatt
  • BBC News

Hasil awal dari uji klinis menunjukkan pengobatan perdana Covid-19 secara dramatis dapat menekan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif, menurut perusahaan Inggris dengan sedang mengembangkan percobaan ini.

Tes coba pengobatan dari perusahaan bioteknologi Synarigen yang berbasis di Southampton, menggunakan protein yang disebut interferon beta yang diproduksi oleh tubuh kala terinfeksi virus.

Proten ini dihirup tepat ke dalam paru-paru pasien dengan positif virus corona, dengan menggunakan nebuliser (alat untuk memasukan obat dalam bentuk uap ke dalam paru-paru), dengan tujuan dapat menjadi provokasi imun tubuh.

Temuan awal menunjukkan pengobatan ini dapat mengurangi kemungkinan penderita Covid-19 dengan gejala berat termasuk yang membutuhkan alat bantu ventilator, hingga 79%.

Pasien-pasien yang diuji membuktikan peluang sembuh dua atau 3 kali lipat lebih tinggi datang ke titik di mana kesibukan mereka sehari-hari tidak terganggu, sirih Synairgen.

Synairgen mengatakan uji coba tersebut juga menunjukkan sesak napas yang dialami pasien mengurangi pengurangan “sangat signifikan”.

Selain itu, rata-rata waktu dengan dihabiskan pasien di rumah sakit dapat berkurang sepertiganya. Bagi pasien yang menerima pengobatan ini bisa pulang dari rumah sakit lantaran semula diperkirakan sembilan hari menjelma enam hari.

Uji coba pengobatan dengan metode double-blind ini melibatkan 101 relawan yang telah dirawat dalam sembilan rumah sakit Inggris karena infeksi Covid-19.

Setengah dari relawan tersebut diberikan obat, setengah lagi mendapatkan apa yang dikenal sebagai placebo – zat yang tidak aktif.

Buatan yang tak dapat dikonfirmasi

Dalam sistem pasar saham, semestinya Synairgen wajib untuk melaporkan hasil awal sebab uji coba ini.

Namun, laporan hasil uji coba ini belum dipublikasi dalam bentuk jurnal, termasuk data-data keseluruhan yang dapat diakses. Dengan demikian BBC tak dapat mengkorfimasi klaim atas pengobatan ini.

Tetapi jika hasilnya seperti yang dikatakan kongsi, ini akan menjadi langkah maju yang sangat penting dalam pengobatan infeksi virus corona.

Ilmuwan yang terlibat dalam uji coba ini, Tom Wilkinson, mengatakan jika hasilnya mampu dikonfirmasi dalam penelitian skala besar, uji coba baru ini bakal menjadi “permainan yang mengubah keadaan”

Percobaan ini dilakukan dalam skala kecil, tapi sinyalemen dari manfaat pengobatan kpeada pasien ini sangat berpengaruh, kata dia.

“Kami tak bisa berniat hasil yang lebih baik dibanding pada ini, ” kata Kepala Eksekutif Synairgen, Richard Marsden kepada BBC.

Dia menggambarkan hasil dari uji coba ini sebabai “sebuah terobosan besar dalam mengobati pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit”

Barang apa langkah selanjutnya ?

Marsden mengatakan, perusahaannya akan mempresentasikan temuan ini kepada pemangku kebijakan medis di seluruh dunia dalam beberapa hari ke depan, untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pengesahan untuk pengobatan ke depannya.

Proses tersebut akan memakan waktu selama berbulan-bulan, meskipun pemerintah Inggris, seperti peristiwa pemerintah lainnya, mengatakan akan berlaku secepat mungkin untuk mendapatkan pengobatan terkait virus corona.

Hal ini menguatkan untuk diberikan persetujuan darurat, kaya halnya penggunaan obat anti-virus remdesivir pada bulan Mei lalu.

Kemungkinan yang lain, persetujuan akan diberikan bagi pasien yang menerima perawatan dengan buntut samping yang harus dipantau dengan hati-hati untuk memastikan pengobatan tersebut aman dan efektif.

Jika perawatan secara cara ini mendapat persetujuan, obat dan nebulser yang digunakan mau butuh untuk diproduksi dalam skal besar.

Marsden mengaku telah memerintahkan kongsi untuk memproduksi kembali obat dalam bulan April untuk memastikan ketersediaannya jika hasilnya sesuai dengan jalan.

Dia mengatakan berharap Synairgen mampu menjatah “setidaknya 100. 000” dosis mulai bulan pada musim dingin belakang.

Dengan jalan apa obat ini bekerja?

Interferon beta adalah garda terdepan pertahanan tubuh untuk melawan virus, berfungsi memberikan peringatan pada awak dari serangan virus.

Virus corona sanggup menekan produksinya sebagai strategi untuk menghindari sistem kekebalan tubuh kita.

Obat baru ini adalah formulasi istimewa interferon beta yang dikirim tepat ke saluran udara melalui nebuliser yang dapat mengubah protein menjadi aerosol.

Dengan cara ini, diharapkan, zat putih telur yang masuk ke paru-paru bakal memicu respons anti-virus yang bertambah kuat, bahkan pada pasien yang sistem kekebalannya sudah lemah.

Interferon beta biasanya digunakan untuk pengobatan penyakit multiple sclerosis (penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat).

Sebelumnya, uji klinis yang dilakukan Synarigen menunjukkan obat ini dapat memberi stimulasi pada imkun tubuh dan pasien dengan kondisi memiliki asma atau masalah paru-paru bisa makmur menoleransi pengobatan ini.

Bagaimana uji coba ini dila k ukan?

Tidak seorang pun yang terlibat di dalam uji coba ini mengetahui pasien yang diberikan Interferon beta, tenggat perawatan mereka selesai.

“Kalau kamu pelajaran ini adalah obat, pikiranmu kemungkinan akan terjadi bias, ” introduksi salah satu perawat yang terkebat pemberian obat baru ini pada pasien di rumah sakit Southampton.

Pemeriksaan obat dari perusahaan Synairgen ialah bagian dari program Accord, rancangan uji klinis jalur cepat yang dibuat oleh pemerintah Inggris kamar April lalu. Program ini buat mempercepat pengembangan obat baru bagi pasien Covid-19.

Tim Synairgen meyakini obat itu bisa lebih efektif bila digunakan pada tahap awal infeksi.

Tes coba pengobatan saat ini perlu perjuangan, untuk mengetahui efek virus corona kepada kelompok yang berisiko tinggi. Sebab, diperlukan perjuangan untuk mendapatkan relawan di tengah total infeksi baru yang semakin berkurang.