Pandemi Covid-19 Jakarta kembali tembus rekor harian di tengah perpanjangan masa transisi PSBB

Pandemi Covid-19 Jakarta kembali tembus rekor harian di tengah perpanjangan masa transisi PSBB

Ada 433 kasus mutakhir positif Covid-19 di Jakarta di data Selasa (21/07). Tambahan kejadian harian terbanyak sejak awal pandemi di tengah masa transisi PSBB yang terus diperpanjang.

Semasa dalam masa perpanjangan transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bulan Juli, Jakarta masih terdata dalam tiga besar provinsi dengan bunga kasus harian terbanyak, antara 100-300 kasus per hari.

Namun pada Selasa (21/07) tambahan kasus dengan tercatat Kementerian Kesehatan dalam 24 jam terakhir mencapai rekor tertinggi. Tambahan 433 kasus baru itu membuat total kasus di Jakarta mencapai 17. 729 orang.

Sebelumnya pada hari Minggu (12/07) Jakarta mencatatkan tambahan kasus baru dalam 24 jam yang terbanyak secara 404 kasus baru.

Jakarta sudah berlakukan masa transisi PSBB sebanyak tiga periode. Awalnya transisi diberlakukan selama bulan Juni. Lalu perpanjangan transisi pertama dilakukan pada 1-16 Juli, dan perpanjangan kedua pada 17-31 Juli.

Mengapa Jakarta tembus rekor baru?

Dalam jumpa pers Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta di hari yang sama bahkan dikenal ada tambahan 441 kasus anyar positif Covid-19. Tambahan kasus itu tersebar di lima wilayah Jakarta, berdasar domisili pasien dan dikenal sebagai bagian dari upaya mengikuti kasus baru secara aktif.

“Peningkatan kasus yang besar di Jakarta tak lepas dari active case finding (ACF) yang telah diterapkan sejak pertengahan Mei 2020. Tersebut sesuai surat keputusan kepala dinas kesehatan DKI Jakarta yang mengirim jajaran puskesmas untuk melakukan ACF selain tracing. ACF dilakukan pada pasar, permukiman rawan, dan wadah umum lain yang berisiko menurut hitungan epidemiologis, ” kata Besar Bidang Sumber Daya Kesehatan, Jawatan Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.

Dari tambahan kasus tersebut, disebutkan laporan berasal dari:

  • Rumah sakit sebanyak 59% atau 261 orang
  • Puskesmas dan komunitas sebanyak 38% atau 167 orang
  • Wisma Atlet sebanyak 2, 5% atau 11 orang
  • Perkantoran sebanyak 0, 5% atau dua karakter

Sejak Jumat (26/06), jumlah peristiwa positif di Jakarta terlampaui oleh Jawa Timur, walau jumlah bunga kasus baru per hari kini kembali berada di atas Jawa Timur.

Hingga Selasa (21/07) di Jakarta total ada 17. 279 orang yang positif Covid-19 sedangkan di Jawa Timur ada 18. 828 orang.

Dari total urusan positif di Jakarta tersebut, 10. 819 orang dinyatakan sembuh serta 748 orang meninggal dunia.

“Kita tidak bertujuan menurunkan garis, karena kalau menurunkan garis berarti mengurangi testing. Oleh sebab itu kita tingkatkan testingnya, menjangkau orang-orang tanpa gejala tapi positif. Jadi tujuan kita adalah menurunkan wabahnya, ” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 1 Juli.

Lebih lanjut Anies menjelaskan era itu posisi testing di Jakarta adalah 7, 6% dengan jumlah tes PCR 14. 258 orang/1 juta penduduk.

“Ini sudah di untuk yang diharuskan WHO yakni 11. 000 tes per minggu di Jakarta, berdasar data jumlah penduduk Jakarta, ” jelas Anies.

Pada 1 Juli, Anies Baswedan serupa menyatakan, berdasar evaluasi, transisi PSBB di Jakarta akan diteruskan maka 14 hari ke depan, yakni hingga 16 Juli 2020. Ini karena masih perlu ada pengembangan disiplin masyakarat dalam mematuhi aturan Covid-19.

“Masih perlu ada peningkatan disiplin masyarakat dalam tiga bagian, penggunaan masker, cuci tangan dengan rutin dan jaga jarak, ” kata Anies dalam jumpa pers pada Rabu (01/07).

“Ada perut area utama yang sering terjadi penularan yakni pasar dan KRL, ” jelas Anies.

Setelah sambungan masa transisi PSBB hingga 16 Juli tersebut, Anies kemudian memutuskan transisi kembali diperpanjang hingga 31 Juli di tengah tren urusan Covid-19 saat itu. walau masa eprtama kali berlakukan masa transisi PSBB, Anies sempat menegaskan, ‘bila angka-angka epidemi memburuk, transisi mau dihentikan dan kembali ke PSBB’.

Pasar dan KRL diawasi ketat

Untuk KRL, secara umum jajaran TNI, polisi dan pemprov DKI Jakarta disebut Anies, bekerja sama dengan KCI (pengelola KRL) untuk bisa memantau pengaturan penumpang di KRL.

Namun pada Senin (06/07), melalui akun instagramnya, Wali Kota Bogor, Jawa Barat, daerah penyangga Jakarta, mengeluhkan antrean calon penumpang KRL dengan antre hingga dua jam. Ia meminta ada evaluasi terhadap penggolongan shift kerja di perkantoran dalam Jakarta.

Sementara untuk pasar, pada catatan pemprov DKI Jakarta tersedia 19 pasar yang sempat ditutup dalam periode satu bulan selama Juni.

“Ke depan unsur TNI, penjaga, ASN akan diterjunkan untuk awasi ketat pasar. Total ada 300-an pasar yang akan diawasi teliti, ” kata Anies.

Cara pengendalian pasar dalam 14 hari ke pendahuluan diubah, yakni pengaturan ganjil sempurna ditiadakan dan jam operasional dikembalikan seperti semula, dipanjangkan.

Sehingga yang dikendalikan adalah jumlah orang dengan masuk pasar.

“Pengunjung pasar tak boleh lebih dari 50% kapasitas pasar pada satu waktu & ini dikendalikan dengan menempatkan aparat di pintu-pintu masuk, ” tegas Anies.

Dalam evaluasi masa transisi PSBB Jakarta pada bulan Juni, disebut tempat lain relatif terarah baik itu pertokoan, perkantoran, serta kendaraan umum seperti MRT.

Jumlah orang sembuh sempat lampaui kasus segar

Tren jumlah sembuh di Jakarta yang sempat melampaui kasus baru dalam kaum hari, pada pekan kedua Juli berbalik.

Pada Rabu (08/07) misalnya ada 357 kasus baru & 147 orang sembuh.

Sedangkan dalam Kamis (09/07) ada 284 urusan baru sementara yang sembuh 221 orang.

Pada Jumat (10/07) ada 260 kasus baru positif dan dengan sembuh 180 orang.

Pada masa sebelum transisi, penambahan kasus positif dalam Jakarta sempat bergerak di kisaran 70-100an kasus per hari.

Anda dapat mencari tahu, berapa banyak kasus positif, PDP, dan ODP di daerah Anda melalui data interaktif BBC Indonesia yang diperbarui secara berkala.

Silakan ketikkan nama kelurahan atau kecamatan yang ingin Anda ketahui dalam tabel berikut ini:

Aktifkan JavaScript dan pastikan sambungan internet Anda stabil untuk menggunakan fitur interaktif ini.

Kerumunan dalam masa transisi PSBB

Sepanjang masa pergantian PSBB tahap pertama pada bulan Juni ada sejumlah sorotan di antaranya kerumunan yang terjadi di dalam saat Car Free Day ataupun Hari Bebas Kendaraan di negeri Sudirman pada Minggu (21/06) beserta kerumunan warga yang berolahraga dalam GBK (Gelanggang Bung Karno) pada pekan sebelumnya.

Selain itu terjadi pula klaster pasar tradisional pada minggu ketiga Juni. Sedikitnya terdeteksi 152 orang pedagang pasar positif virus corona hingga Selasa (23/06).

Berdasar masukan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, ada 20 pasar tradisional yang menjelma klaster penularan Covid-19 di DKI Jakarta antara lain Pasar Kramat Jati, Perumnas Klender, Kebayoran Periode, Pasar Palmerah, Pasar Puri Bagus dan Pasar Tanah Abang.

Sesuai keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di awal Juni, pembukaan pasar seharusnya dilakukan dengan cara ganjil genap bagi pedagang.

Anies mengatakan penerapan ganjil genap ini bertujuan untuk mengurangi kapasitas di pasar tersebut hingga 50%.

“Memang saat ini kapasitasnya hanya boleh 50% dulu demi keselamatan pedagangnya juga. Jadi tersebut bukan semata-mata bukan soal istimewa dan genap, ini soal kesejahteraan pedagang, keselamatan pembeli, ” perkataan Anies pada Rabu (16/06).

Anies Baswedan pada Kamis (04/06) memutuskan memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Tinggi (PSBB) karena masih ada 66 RW yang berstatus ‘perlu memiliki penanganan khusus’ dan akan ‘diawasi ketat’.

Tak ditetapkan berapa periode perpanjangan PSBB ini akan diterapkan. Pemprov DKI akan terus memantau indikator penularan virus corona.

“Namun bila ada indikator penularan virus corona yang mengkhawatirkan status transisi ini dapat ditarik seketika, ” kasar Anies saat itu.

Dua pasar usai pengumuman tersebut, pejabat yang menangani RW-RW terkait, melaporkan daerahnya ‘siap menuju zona kuning’.

Pada Kamis (25/06), Anies menyatakan dari 66 RW tersebut tersisa 5 RW yang masih berstatus zona merah. Namun ada tambahan 22 RW baru dalam zona merah, sehingga total terdapat 27 RW kawasan merah.

Anies menetapkan bulan Juni sebagai zaman transisi dan mengizinkan sejumlah kesibukan beroperasi kembali.

Catatannya harus memberlakukan protokol Covid-19, seperti mengenakan masker, mencuci tangan/ menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak (physical distancing) secara orang lain, serta gedung/ruangan/tempat & angkutan umum hanya berkapasitas 50%.

Berikut jadwal pelonggaran yang ditetapkan Anies Baswedan:

  • 5 Juni: Kegiatan di tempat ibadah, olahraga outdoor, kendaraan pribadi, angkutan umum, taksi.
  • 8 Juni: Kesibukan perkantoran, rumah makan mandiri, ojek, perindustrian, pergudangan, pertokoan mandiri, museum, galeri, perpustakaan, bengkel, tempat fotokopi
  • 13 Juni: Pantai, taman, RPTRA, dan UMKM binaan pemda
  • 15 Juni: Mal, pusat perbelanjaan, pasar
  • 20 Juni: Kebun hewan, taman rekreasi indoor dan outdoor

Sementara berikut gambaran kejadian harian virus corona di semesta provinsi Indonesia. Anda dapat menggeser peta dan tabel untuk pelajaran data provinsi tempat tinggal Kamu.

Provinsi

Kasus

Sembuh

Meninggal

Jawa Timur

18. 828

(+283)

10. 065

(+348)

1. 461

(+28)

Jakarta

17. 279

(+380)

10. 819

(+221)

748

(+3)

Jawa Tengah

7. 407

(+121)

3. 590

(+100)

374

(+15)

Sulawesi Selatan

8. 257

(+93)

4. 764

(+288)

284

(+3)

Kalimantan Selatan

5. 083

(+93)

2. 021

(+191)

257

(+6)

Jawa Barat

5. 659

(+111)

dua. 349

(+77)

199

(+9)

Sumatra Utara

2. 994

(+42)

799

(+30)

153

(+4)

Sumatra Selatan

3. 112

(+58)

1. 419

(+10)

142

(+2)

Sulawesi Utara

2. 000

(+38)

685

(+51)

111

(+0)

Nusa Tenggara Barat

1. 777

(+18)

1. 122

(+14)

98

(+2)

Banten

1. 693

(+11)

1. 220

(+21)

85

(+1)

Kalimantan Tengah

1. 412

(+13)

788

(+30)

79

(+0)

Bali

dua. 856

(+75)

2. 110

(+52)

46

(+2)

Maluku Utara

1. 328

(+41)

196

(+6)

39

(+0)

Sumatra Barat

836

(+8)

707

(+7)

33

(+0)

Papua

dua. 646

(+6)

1. 240

(+7)

30

(+3)

Gorontalo

616

(+79)

311

(+0)

29

(+2)

Maluku

998

(+19)

622

(+9)

20

(+0)

Kalimantan Timur

964

(+71)

590

(+4)

19

(+0)

Kepulauan Riau

345

(+0)

301

(+0)

16

(+0)

Bengkulu

181

(+0)

111

(+1)

16

(+0)

Yogyakarta

465

(+27)

329

(+3)

13

(+1)

Lampung

232

(+1)

178

(+1)

12

(+0)

Sulawesi Tenggara

671

(+36)

383

(+4)

11

(+0)

Riau

310

(+23)

232

(+2)

11

(+0)

Aceh

149

(+1)

70

(+5)

9

(+0)

Sulawesi Sedang

196

(+0)

178

(+2)

6

(+0)

Papua Barat

371

(+3)

213

(+1)

5

(+0)

Kalimantan Barat

359

(+0)

351

(+0)

4

(+0)

Sulawesi Barat

167

(+1)

113

(+0)

3

(+0)

Kalimantan Utara

217

(+0)

209

(+0)

2

(+0)

Kepulauan Bangka Belitung

180

(+0)

167

(+0)

2

(+0)

Jambi

134

(+2)

104

(+0)

2

(+0)

Nusa Tenggara Timur

137

(+3)

110

(+4)

1

(+0)

Dalam verifikasi

10

(-2)

0

(+0)

0

(+0)


Sumber: Kementerian Kesehatan.

Data diperbaharui sesuai perkembangan yang terjadi bersumber dari data Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan.