Palestina-Israel: Ketakutan dan perkabungan kelanjutan kecamuk pertikaian dalam jejeran foto

A man stands near a burning sponge factory after it was hit by Israeli artillery shells in Gaza

Sumber gambar, Reuters

Persabungan antara Israel dan kelompok Hamas dalam Palestina belum membuktikan tanda-tanda mereda, dan ada kekhawatiran awak sipil semakin banyak menjadi korban kekerasan.

Foto-foto memukau yang siap menangkap momen-momen korban yang terus berjatuhan akibat kontroversi selama beberapa hari belakang.

Serangan udara dan serangan roket mengubah rumah-rumah serta harta benda menjadi puing-puing dan memaksa warga biasa mencari perlindungan.

Israel mengatakan serangan udaranya di Gaza telah menargetkan kelompok di Palestina, namun saluran listrik dan jalan utama juga telah rusak parah.

Pada foto pada atas, seorang pria Palestina memegang kepalanya saat menyaksikan puing-puing rumahnya yang tenggelam akibat serangan Israel dalam hari Minggu (16/05).

Sejumlah anggota keluarganya terkubur dalam bawah reruntuhan.

Membaca juga:

A woman mourns for her relatives who were killed during an Israeli raid on Gaza City on May 16

Sumber tulisan, Getty Images

Minggu, 16 Mei 2021, adalah keadaan paling mematikan di Gaza sejak pertempuran meletus bertambah dari sepekan lalu.

Gempuran udara Israel menghantam jalanan yang sibuk setelah sedang malam, menyebabkan beberapa bangunan runtuh dan puluhan karakter meninggal dunia.

“Kami membutuhkan setidaknya 10 tahun lagi untuk membangun barang apa yang telah rusak dalam sini di Gaza, ” kata Mohammad Abu Rayya, seorang dokter anak, kepada BBC pada Senin sesudah serangan lanjutan.

Pemakaman mendadak digelar di sekitar daerah itu. Perempuan di berasaskan berduka atas keluarganya yang tewas dalam sebuah gempuran di Kota Gaza.

A child walks on stairs inside a bomb shelter in Ashkelon, southern Israel, on May 16

Sumber gambar, Reuters

Sementara gerombolan Hamas, yang menguasai Gaza, dan kelompok Palestina lainnya di wilayah itu, tetap meluncurkan roket ke arah wilayah Israel selatan.

Rumah-rumah dan bangunan rusak, serta jutaan orang Israel terdesak mengungsi ke ruangan yang dianggap aman atau ke lokasi penampungan saat sirene peringatan berbunyi.

Bocah rani di atas bermain dalam tangga di ruangan pelestarian di kota Ashkelon, untuk menghindari serangan roket.

Victoria Tapalashvili checks the damage after a rocket fired from the Gaza Strip hit near her house on May 17

Sumber gambar, Getty Images

Victoria Tapalashvili terlihat tengah menyelia kerusakan di rumahnya di Kota Ashdod di provinsi selatan Israel setelah serangan.

“Ini tidak mudah kepala nyaris setiap malam, setiap malam, kami mengeluarkan anak-anak dari ranjang [dan] lari ke wadah penampungan, ” kata arahan perusahaan teknologi Israel serta ayah tiga anak, Eitan Singer, kepada BBC.

“Kita punya waktu 30 denyut sampai 60 detik buat menemukan tempat berlindung. ”

Baca juga:

A photo taken on May 17, 2021 shows a damaged apartment in a residential neighbourhood in the southern Israeli city of Ashdod

Sumber gambar, AFP

Foto di atas memperlihatkan kebobrokan sebuah rumah di Ashdod.

Sistem pertahanan Kubah Besi Israel disebutkan mampu mencegat 90% roket yang ditembakkan ke wilayahnya.

Roket-roket selalu telah ditembakkan dari negara tetangga Lebanon menuju wilayah Israel utara.

Palestinian relatives watch as mourners carry the body of Yaseen Hamad during his funeral in the West Bank on 16 May

Sumber tulisan, EPA

Kekerasan juga merembet ke Tepi Barat dengan diduduki, tempat pasukan Israel bentrok dengan warga Palestina selama akhir pekan.

Orang-orang Palestina ini (foto atas) menyaksikan dari jendela zaman para pelayat membawa jenazah kerabatnya saat proses pemakaman di Tepi Barat di dalam hari Minggu.

Orang-orang Arab Palestina tinggal di Susur Barat di bawah tadbir sendiri yang terbatas & pemerintahan militer Israel.

Riyad Eshkuntana kisses his daughter Suzy"s hand as they are treated at a hospital after being pulled from the rubble

Sumber gambar, Reuters

Pria itu, Riyad Eshkuntana, diselamatkan dari reruntuhan bersama putrinya dengan berusia enam tahun, Suzy, di Gaza.

Dia terperangkap selama berjam-jam di lembah reruntuhan rumah mereka, serta akhirnya bertemu kembali secara ayahnya di rumah sakit terbesar di Gaza.

“Maafkan aku, anakku. Kamu berteriak minta tolong agar aku datang, tetapi aku tak bisa melakukannya, ” ujar Eshkuntana kepadanya ketika mereka bersatu kembali, seperti dilaporkan Reuters.

A member of the Abu Dayer family, surrounded by relatives, cries at the Al-Shifa hospital after the death of his father and cousin in an Israeli air strike

Sumber gambar, Getty Images

Foto ini memperlihatkan keluarga Abu Dayer pada rumah sakit Al-Shifa pada Gaza, tak lama sesudah dua kerabatnya terbunuh.

An Israeli woman reacts as she checks the damage inside her house hit by Palestinian rocket fire in the southern city of Ashkelon

Sumber gambar, AFP

Perempuan tersebut memeriksa kerusakan di rumahnya di Ashkelon, sementara acara televisi di sampingnya tetap memutar liputan pertempuran.

Kebengisan di wilayah itu telah meningkatkan keprihatinan dunia internasional.

Para pemimpin dunia dan organisasi kemanusiaan telah menganjurkan agar diambil tindakan buat mencegah kematian warga sipil dan kekacauan yang ditimbulkan akibat penghancuran bangunan & infrastruktur.

The father of 12-year-old Rahaf al-Dayer holds her covered body at al-Shifa hospital, after she was killed in an Israeli airstrike on 17 May

Sumber gambar, Getty Images

Pada foto pada atas, seorang pria menangis pilu atas kematian putrinya yang berusia 12 tarikh di Gaza.

Dan memotret di bawah, keluarga serta teman-teman menangisi kematian seorang tentara Israel di metode pemakamannya.

Konflik tersebut kini sudah memasuki pekan ke-2, dengan hanya ada kurang tanda-tanda bakal berakhir. Serbuan udara dan serangan roket terus berlanjut hingga Selasa.

AS dan kekuatan negeri lainnya telah menyuarakan dukungan agar dilakukan gencatan senjata – tetapi tampaknya tak akan segera terjadi.

Family and friends, including Israeli soldiers, mourn during the funeral of Israeli soldier Omer Tabib, who was killed during cross-border fighting with Gaza

Sumber gambar, Reuters

Semua foto dilindungi hak cipta.