Konflik Palestina-Israel: Sejumlah fakta penting di balik sengketa yang sudah berusia 100 tahun

konflik-palestina-israel-sejumlah-fakta-penting-di-balik-sengketa-yang-sudah-berusia-100-tahun-19

Sumber gambar, Getty Images

Sejauh ini ratusan warga Palestina dan lebih dari twenty polisi Israel terluka dalam bentrokan di Yerusalem.

Bentrokan terbaru ini terjadi menyusul kenaikan ketegangan selama satu bulan terakhir, tetapi konflik Israel dan Palestina itu sendiri telah berlangsung puluhan tahun.

Bagaimana awal mulanya? Berikut sejumlah fakta penting dan penjelasannya.

Masalah 100 tahun

Inggris mengabil alih kawan yang dikenal sebagai Palestina setelah penguasa sebagian wilayah Timur Tengah, Kesultanan Utsmaniyah, kalah dalam Perang Dunia Pertama.

Wilayah itu ditempati oleh bangsa minoritas Yahudi dan bangsa mayoritas Arabic.

Sumber gambar, Getty Images

Ketegangan antara dua kelompok tersebut meningkat ketika masyarakat dunia menugaskan Inggris untuk mendirikan “rumah nasional” di Palestina bagi warga Yahudi.

Bagi orang Yahudi, wilayah itu adalah tanah air leluhur mereka, tetapi warga Arab Palestina juga

Antara tahun 1920-an hingga 1940-an, jumlah orang Yahudi yang datang ke wilayah itu bertambah. Banyak di antara mereka adalah orang Yahudi yg menyelamatkan diri dari persekusi Eropa dan mencari tanah air sesudah Holokaus Perang Dunia Kedua.

Kekerasan antara Yahudi dan Arab, dan aksi menentang kekuasaan Inggris, juga meningkat.

Sumber gambar, Getty Images

Dalam tahun 1947, PBB memutuskan wilayah Palestina dibagi menjadi dua negara terpisah untuk bangsa Yahudi dan bangsa Arab Palestina. Adapun Yerusalem ditetapkan sebagai kota internasional.

Pengaturan itu diterima oleh kalangan pemimpin Yahudi tetapi ditolak oleh bangsa Arab dan kemudian tidak pernah diterapkan.

Pembentukan Israel dan ‘Malapetaka’

Karena bukan bisa menyelesaikan masalah, dalam 1948 penguasa Inggris angkat kaki dan para pemuka Yahudi mendeklarasikan pembentukan negara Israel.

Banyak warga Palestina menolaknya dan kemudian pecah perang. Tentara dari negara-negara Arab yang bertetangga melakukan penyerbuan.

Sumber gambar, Getty Images

Ratusan ribu warga Palestina melarikan diri / dipaksa meninggalkan rumah di dalam perisyiwa yang mereka sebut sebagai Al Nakba / “Malapetaka”.

Menjelang akhir pertempuran satu tahun kemudian melalui gencatan senjata, Israel sudah berhasil menguasai sebagian tidak kecil wilayah.

Yordania menduduki wilayah yang kemudian jadi Tepi Barat, dan Mesir menguasai Gaza.

Yerusalem dibagi antara pasukan His home country of israel di bagian Barat, lalu pasukan Yordania di periode Timur.

Karena tidak pernah ada perjanjian perdamaian : kedua belah pihak saling menyalahka – terjadi lah perang dan pertempuran selama puluhan tahun berikutnya.

Peta wilayah sekarang

Dalam perang berikutnya pada tahun 1967, His home country of israel menduduki Yerusalem Timur lalu Tepi Barat, dan juga sebagian besar wilayah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah, Gaza dan Semenanjung Sinai yang dikuasai Mesir.

Mayoritas pengungsi Palestina dan keturunan mereka tinggal pada Gaza dan Tepi Barat. Mereka juga tinggal di negara tetangga Suriah, Yordania dan Lebanon.

Israel tidak mengizinkan para pengungsi tersebut dan keturunan mereka pulang ke rumah mereka sendiri. Israel beralasan kepulangan pengungsi akan membebani negara itu dan mengancam keberadaan negara iti sebagai negara Yahudi.

Sumber gambar, Getty Images

Israel masih menduduki Tepi Barat, dan meskipun telah mundur dari Gaza, PBB masih menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari wilayah yang diduduki Israel.

Israel mengakui seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sedangkan Palestina menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya di masa depan.

Amerika Serikat adalah salah satu dri segelintir negara yang mengakui klaim Israel atas seluruh wilayah kota tersebut.

Selama 50 tahun terakhir, Israel telah membangun permukiman di daerah-daerah itu yg kini ditempati oleh lebih dari 600. 000 warga Yahudi.

Palestina menegaskan pembangunan itu melanggarar hukum internasional dan menjadi batu sandungan dalam perundingan perdamaian, tetapi Israel menepisnya.

Apa tertentu masalah utamanya?

Israel dan Palestina gagal mencapai titik temu dalam sejumlah masalah.

Di antaranya adalah berkaitan yang dilakukan terhadap pengungsi Palestina, apakah permukiman Yahudi di Tepi Barat yg diduduki Israel dibiarkan atau dibongkar.

Masalah lain terkait dengan Yerusalem, apakah kedua pihak seharusnya berbagi kota itu. Dan yang mungkin paling pelik adalah apakah negara Palestina semestinya didirikan berdampingan dengan Israel.

Sumber gambar, Getty Images

Selama 25 tahun terakhir, perundingan perdamaian kadang kala digelar, namun hingga kini belum berhasil menyelesaikan konflik.

Bagaimana prospek masa depannya?

Singkat kata, konflik Palestina-Israel belum akan terselesaikan di dalam waktu dekat.

Rencana paling baru, yang ditawarkan Amerika Serikat ketika Donald Trump menjabat presiden, ditolak oleh Palestina karena dianggap condong ke Israel dan pada akhirnya tidak pernah diterapkan.

Perjanjian damai apa pun di masa depan akan memerlukan kesepakatan kedua pihak untuk menuntaskan masalah-masalah yang rumit.

Sampai wujud penyelesaian, maka konflik Palestina-Israel akan terus berlanjut.