Kok Arab Saudi dukung kebijaksanaan pembatasan volume pengeras suara di masjid?

mengapa-arab-saudi-dukung-kebijakan-pembatasan-volume-pengeras-suara-di-masjid-16

Sumber gambar, AFP

Pihak berwenang di Arab Saudi menyatakan mendukung kecendekiaan pembatasan volume pengeras perkataan di masjid-masjid di negara itu.

Kementerian Kesibukan Islam Saudi mengumumkan pasar lalu semua pengeras pandangan harus disetel hanya sepertiga dari volume maksimum.

Menteri Urusan Islam Abdullatif al-Sheikh mengatakan tindakan itu jadi tanggapan atas keluhan lantaran masyarakat.

Namun langkah itu memicu berbagai reaksi dalam media sosial.

Tagar yang menyerukan supaya musik keras dilarang pada restoran-restoran maupun kafe tiba menjadi trending.

Sheikh mengutarakan keluhan itu di antaranya dilayangkan oleh para karakter tua yang mengaku kalau pengeras suara dari masjid itu mengganggu tidur anak-anak.

Sumber gambar, Eric Lafforgue/Getty

Berbicara dalam video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah, Sheikh mengatakan bahwa itu yang ingin salat tidak perlu menunggu panggilan seruan salat.

Dia menyebut orang-orang yang mengkritik kebijakan itu melalui online sebagai “musuh kerajaan” dan mengeklaim mereka “ingin menggerakkan opini publik”.

Baca juga:

Peraturan pembatasan volume pengeras suara masjid ini muncul ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman melanjutkan upaya guna membuat Arab Saudi lebih liberal dan mengurangi peran agama dalam kesibukan publik.

Kebijakan pembatasan baik telah dilonggarkan, seperti diakhirinya larangan pengemudi bagi kerabat perempuan.

Tapi sang putra mahkota juga menindak kebebasan berekspresi di negeri itu.

Ribuan penilai telah ditangkap dan dipenjarakan.

Tempat ibadah mulai dibuka dalam pengawasan ketat

Sementara itu, beberapa situs paling penting di dunia Islam telah dibuka balik dua bulan setelah pandemi virus corona memaksa situs-situs itu ditutup.

Pembukaan itu memungkinkan para jamaah menyelap ke dalamnya dengan metode ketat.

Ratusan orang Muslim masuk ke Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, situs tersuci ketiga bagi umat Islam, untuk doa subuh pada hari Minggu.

Sumber gambar, Getty Images

Beberapa orang meneriakkan “Allah Akbar”, sementara lainnya mencium lantai saat kerumunan karakter memasuki kompleks suci tersebut.

Di dalam masjid, kesibukan pencegahan dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.

Sumber gambar, Reuters

Para-para jamaah diperiksa suhu tubuhnya, berdiri berjauhan satu persis lain, dan diminta memakai masker dan membawa sajadah sendiri.

“Setelah mereka mengambil masjid, saya merasa mampu bernafas kembali. Alhamdulillah, ” kata Umm Hisham, seorang warga Yerusalem, terlihat emosional tatkala memasuki masjid.

Sumber gambar, Getty Images

Masjid Al-Aqsa, dan banyak tempat suci lainnya, dibatasi untuk jemaahnya semenjak pertengahan Maret lalu, yang berarti itu tidak dapat melakukan salat setiap hari selama bulan Ramadan.

Kendatipun ancaman virus corona masih tetap ada, banyak negara melonggarkan pemisahan secara bertahap setelah berminggu-minggu dilockdown, dengan membuka tempat-tempat suci untuk para perhimpunan dan pengunjung yang dibatasi.

Sumber gambar, EPA

Di Arab Saudi pada hari Minggu, ada suasana sewarna di Masjid Nabawi di kota Madinah, ketika para jamaah berkumpul untuk salat.

Masjid itu adalah salah satu dari sekitar 90. 000 masjid yang sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali oleh otoritas Saudi.

Menjumpai pembukaan kembali masjid-masjid, jutaan orang diyakini telah dikirimi pesan tertulis dalam bermacam-macam bahasa untuk memberi terang mereka perihal aturan mutakhir selama salat berjamaah.

Sumber gambar, Reuters

Dalam pesan tertulis itu, yang dikirim oleh Kementerian Urusan Agama islam, memerintahkan para jamaah untuk salat secara terpisah di jarak dua meter, & menahan diri untuk tak saling menyapa dengan dekapan atau jabat tangan.

Asosiasi diminta untuk melakukan ritus wudu di rumah, lantaran kamar mandi di masjid akan tetap ditutup.

Sumber gambar, Reuters

Khotbah & salat berlangsung tidak lebih dari lima belas menit.

Masjidil Haram di Mekah akan tetap ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Situs tersuci bagi umat Islam, yang biasanya dikunjungi jutaan jemaah setiap tarikh, di mana kebanyakan dari mereka melakukan ibadah haji.

Semua foto memiliki hak cipta.