Kapal selam TNI Angkatan Laut KRI Nanggala 402 hilang di Bali utara, insiden pertama di Indonesia

KRI Nanggala-402 dalam latihan di Surabaya, Jawa Timur pada 2014

Sumber gambar, Anadolu Agency/Getty Images

Pencarian tengah dilakukan untuk kapal selam TNI Angkatan Laut yg hilang, menurut para pejabat.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkapkan kepada BBC Information Philippines bahwa pencarian tidak akan berhenti serta akan dilakukan 24 quickly pull. Dia juga mengungkapkan ini baru kali pertama kapal selam TNI AL hilang.

Julius mengatakan pencarian dilakukan di perairan Bali Utara dengan kedalaman sekitar 700 meter.

Ketika ditanya mengapa bisa hilang, Julius mengatakan, “Kapal ini sudah 40 tahun lebih, dengan risiko tekanan yang cukup besar, materialnya cukup bisa lelah. ”

KRI Nanggala 402 dibuat di Jerman pada 1981 dengan kecepatan jelajah twenty one, 5 knot dengan kapasitas penumpang 34 orang.

KRI Nanggala-402 dikerahkan di dalam latihan di perairan utara Bali namun hilang kontak.

Para pejabat meminta Quotes dan Singapura untuk membantu mencari, menurut kantor berita Reuters .

Julius mengatakan Singapura siap memberikan bantuan. Namun para pejabat pertahanan dri dua negara itu belum memberikan komentar.

Kapal selam ini mengangkut 53 jamaah.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan seperti dikutip sejumlah laporan, seluruh kapal pencari dikerahkan untuk melacak KRI Nanggala-402.

Laporan press lokal menyebutkan kapal selam itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 96 distance di lepas pantai Bali pada Rabu pagi (21/04).

Sejumlah laporan menyebutkan kapal selam hilang itu kontak setelah KRI Nanggala 402 diberi lampu hijau buat menyelam lebih dalam.

Mengapa kapal selam bisa hilang?

Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402.

Sumber gambar, Antara

Kecelakaan kapal selam di dunia militer termasuk jarang, kata Muhammad Haripin, pengamat pertahanan LIPI.

Peralatan militer punya standar yang lebih tinggi dibandingkan produk komersial atau produk sipil, katanya.

Haripin mengatakan ada dua faktor penyebab kecelakaan kapal selam.

“Yang pertama, rintangan teknis. Mungkin ada kerusakan teknis yang tidak terdeteksi atau yang dibiarkan berlarut-larut. Yang kedua, human error, atau faktor manusia, ” kata Haripin.

“Bisa jadi, personel kurang latihan atau dihadapkan pada medan atau lapangan yang menantang atau tidak lazim, inch tambahnya.