Israel-Gaza: Israel mendapat gelontoran persediaan setidaknya Rp55 triliun per tahun dari Amerika Konsorsium, termasuk untuk sistem Kubah Besi

israel-gaza-israel-mendapat-gelontoran-dana-setidaknya-rp55-triliun-per-tahun-dari-amerika-serikat-termasuk-untuk-sistem-kubah-besi-14
  • Jake Horton
  • BBC Reality Check

Sumber tulisan, Getty Images

Kepala Joe Biden menghadapi bermacam-macam pertanyaan dari sebagian orang di partainya sendiri, Demokrat tentang jumlah bantuan Amerika Serikat (AS) yang diberikan kepada Israel.

Di antara mereka yang mengangkat masalah itu adalah Senator Bernie Sanders. Ia mengatakan GANDAR harus “memperhatikan dengan seksama” bagaimana dana itu dimanfaatkan.

Lalu apa sekadar yang diterima Israel & digunakan untuk apa sekadar bantuan itu?

Berapa besar bantuan AS buat Israel ?

Pada tarikh 2020, AS memberikan US$3, 8 miliar (sekitar Rp55 triliun) dalam bentuk bantuan kepada Israel. Ini ialah bagian dari komitmen tahunan jangka panjang yang dibuat di masa pemerintahan Pemimpin Barack Obama.

Kata sepakat yang diteken oleh bekas Presiden Obama pada 2016 itu direncanakan berlaku had tahun 2028. Dengan demikian total bantuan militer yang akan diterima Israel menyentuh US$38 miliar (sekitar Rp546 triliun).

Jumlah ini bertambah besar dibanding kesepakatan dalam bawah mantan Presiden George W Bush, totalnya US$30 miliar selama satu dekade.

Di samping itu, tahun lalu AS menganjurkan bantuan US$5 juta untuk penempatan migran di Israel.

Negara itu menerapkan kebijakan yang telah lama berlaku untuk menerima orang Yahudi dari negara-negara lain sebagai warga negara Israel.

Bagaimana Israel membelanjalan uang AS ?

Semasa bertahun-tahun, Amerika Serikat sudah membantu Israel mengembangkan satu diantara militer termaju di negeri, dengan dana itu, Israel mampu membeli peralatan tentara canggih dari AS.

Sebagai contoh, Israel membeli pesawat tempur 50 F-35, yang bisa digunakan buat meluncurkan serangan rudal, 27 di antaranya telah dikirimkan secara harga sekitar U$100 juta per unit.

Tahun berarakan, Israel juga membeli delapan pesawat Boeing ‘Pegasus’ KC-46A dengan harga diperkirakan mencapai US$2, 4 miliar. Udara itu mampu mengisi objek bakar di udara sesuai untuk pesawat F-35.

Sumber gambar, Getty Images

Daripada dana US$3, 8 miliar yang diberikan kepada Israel pada tahun 2020, sebesar US$500 digunakan untuk pertahanan rudal, termasuk investasi sistem Kubah Besi dan sistem-sistem lain yang dapat mencegat serangan roket ke provinsi Israel.

Sejak tahun 2011, AS menyumbang secara menyeluruh US$1, 6 miliar untuk sistem pertahanan Kubah Besi.

Selain itu, Israel membelanjakan dana jutaan dolar bergabung AS untuk mengembangkan teknologi militer, misalnya sistem untuk mendeteksi terowongan yang dimanfaatkan untuk menyusup ke wilayah Israel.

Pemerintah Israel membelanjakan dana besar untuk bahan militer, pelatihan, dengan memakai dana bantuan itu jadi upaya mengimbangi statusnya sebagai negara lebih kecil dibanding negara-negara lain di medan.

Bagaimana perbandingannya dengan n egara-negara lain ?

Sejak Perang Dunia Kedua, Israel tercatat sebagai negara penerima bantuan luar daerah terbesar dari AS.

Di dalam tahun 2019, berdasarkan data terbaru yang diterbitkan secara lengkap, Israel tercatat jadi penerima bantuan luar daerah AS terbesar kedua sesudah Afghanistan, cmenurut data USAID.

Sebagian besar tumpuan AS kepada Afghanistan digunakan untuk mendukung program tentara AS menstabilkan negara yang telah mengalami perang semenjak invasi AS pada tahun 2001 itu.

Tetapi sebab pasukan AS ditetapkan bakal ditarik dari Afghanistan pra September tahun ini, cuma sekitar US$370 juta dianggarkan untuk tahun 2021.

Sejauh ini, Israel adalah penyambut terbesar bantuan AS dalam antara negara-negara di Timur Tengah.

Mesir dan Yordania juga penerima bantuan besar dari AS. Keduanya terikat kesepakatan damai secara Israel, setelah masing-masing sudah terlibat perang dengan negeri itu.

Kedua negara per menerima sekitar US$1, 5 miliar dolar dalam bentuk bantuan dari AS pada tahun 2019.

Sementara itu, Presiden Biden melanjutkan kembali bantuan untuk badan PBB yang menangani pengungsi Palestina sebesar US$235. Dana itu dihentikan oleh pemerintahan Kepala Trump pada tahun 2018.

Mengapa AS memberikan bantuan begitu besar kepada Israel?

Ada sejumlah tanda mengapa Amerika Serikat menyerahkan bantuan begitu besar kepada Israel, antara lain adalah komitmen historis mulai dari ketika AS memberikan dukungan berasaskan pembentukan negara Yahudi di dalam tahun 1948.

Lagi pula, Israel dianggap AS jadi sekutu penting di Timur Tengah – mempunyai arah bersama dan komitmen sama terhadap nilai-nilai demokratis.

Congressional Research Service (CRS) mengutarakan: “Bantuan luar negeri AS telah menjadi komponen penting dalam menyatukan dan memperkokoh hubungan itu.

“Para penguasa AS dan banyak pemangku rakyat telah lama memandang Israel sebagai mitra penting di kawasan. ”

Sumber gambar, Getty Images

Institusi bantuan luar negeri AS mengatakan: “Bantuan AS membantu memastikan Israel melindungi Qualitative Military Edge (keunggulan kualitatif militer) atas potensi ancaman regional. ”

Ditambahkan: “Bantuan Amerika Serikat… ditujukan untuk memastikan bahwa Israel cukup aman menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk menyentuh perjanjian damai dengan Palestina dan untuk perdamaian regional yang menyeluruh. ”

Memastikan Israel dapat mempertahankan diri terhadap ancaman-ancaman di zona telah menjadi landasan kebijakan luar negeri AS selama puluhan tahuh baik di bawah presiden dari Kelompok Demokrat maupun dari Partai Republik.

Platform pemilu kelompok Demokrat tahun 2020 menyebutkan “dukungan kuat” bagi Israel, tetapi sebagian mereka yang berada di garis kiri partai itu sekarang mempersoalkan komitmen bantuan AS.

Senator Bernie Sanders dan sebesar politikus lain dari Demokrat berusaha menghadang rencana penjualan senjata presisi tinggi sebesar US$735 juta ke Israel.