Haji 2021: Saudi ‘belum keluarkan kuota’, pemerintah Indonesia batalkan keberangkatan jemaah, keputusan dengan ‘terburu-buru dan mengecewakan’

haji-2021-saudi-belum-keluarkan-kuota-pemerintah-indonesia-batalkan-keberangkatan-jemaah-keputusan-yang-terburu-buru-dan-mengecewakan-10

Seorang calon jemaah haji dipapah petugas saat keberangakatan sebelum pandemi covid-19.

Sumber gambar, KHALIS SURRY/ANADOLU AGENCY VIA GETTY IMAGES

Keputusan pemerintah Nusantara membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun ini, untuk ke-2 kalinya, dinilai pengamat jadi langkah yang “terburu-buru” dalam tengah masih terbukanya jalan bagi Indonesia untuk mendapatkan kuota dari 60. 000 jemaah yang diizinkan Arab Saudi, 45. 000 kelompok luar negeri dan 15. 000 ribu dari di Saudi.

“Ini keputusan terlalu cepat untuk tidak memberangkatkan apapun alasannya, apalagi ini yang kedua kali. Masih ada kawasan berdialog atau cara asing karena Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi, ” kata pengamat haji sejak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dadi Darmadi, Kamis (03/06).

Laporan media di beberapa hari terakhir menyebutkan, kuota haji tahun itu adalah 60. 000 massa, dengan perincian 15. 000 dari dalam Saudi dan sisanya dari negara-negara lain.

Sebelum pandemi, jumlah total jemaah haji lantaran seluruh dunia sekitar 2, 5 juta orang. Setiap tahun, Indonesia mengirim kurun 168. 000 hingga 220. 000 jemaah.

Keputusan itu juga menyusun calon jemaah haji dengan berusia senja dan mengarungi dua kali penundaan merasa kecewa.

Sebelumnya, Departemen Agama menerbitkan Keputusan Gajah Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Baca juga:

“Menetapkan pembatalan keberangkaatan publik haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1422 H bagai warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya, ” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, (03/06).

Calon jemaah haji baik regular maupun khusus yang sudah melunasi biaya haji 2021, kata Yaqut, otomatis menjelma Jemaah haji tahun 2022.

Sejumlah jemaah Indonesia menjalankan ibadah umrah.

Sumber gambar, RH WISATA

Aniyah, 75 tahun, serta anaknya Ahmad Gazali Salim, 34 tahun, masuk dalam antrian sejak 2013 secara jadwal keberangkan haji dalam tahun 2020. Seluruh pembiayaan juga telah dilunasi.

Namun, mimpi mereka untuk naik haji kembali bubar untuk kedua kalinya kala pemerintah memutuskan membatalkan ibadah haji tahun ini.

“Kami kecewa, apalagi orang usang saya sudah senja, tersebut yang ia tunggu-tunggu di dalam hidupnya. Sekarang kondisi ibu kini sudah kurang sehat karena semakin tua, ” kata Gazali kepada wartawan di Madura, Jawa Timur, Mustopa yang melaporkan dalam BBC News Indonesia.

Gazali menambahkan, ibunya rela menjual tanah demi bisa mengenai tanah suci.

“Harapannya berangkat tahun ini, ternyata tidak bisa, ” perkataan Gazali.

Ketua Forum Koneksi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIH) Pamekasan, Madura, Loeqman Al-Hakim mengatakan, keputusan itu menambah antrian panjang untuk melaksanakan ibadah haji.

“Ini suatu kekecewaan yang sulit kami terima, terutama [bagi] lansia yang sudah umur 60-85 tahun [yang] masih menunggui, mau sampai kapan? Aku berharap pemerintah melakukan kebolehan dan komunikasi yang berpengaruh, ” kata Loeqman.

Dampak psikologis

Masjidil Haram masih beroperasi, namun hanya bagi karyawan dan pekerja masjid agung tersebut yang jumlahnya mencapai ribuan.

Sumber gambar, AFP

Rasa putus Aniyah dan Gazali ialah satu ungkapan dari ratusan ribu jemaah haji yang batal beribadah.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyetujui jemaah haji luar daerah untuk ikut menunaikan ibadah haji pada Juli dengan pertimbangan 15. 000 daripada dalam negeri dan 45. 000 dari luar jati.

“Dua tahun berturut-turut tidak memberangkatkan haji itu berdampak besar bagi psikologis rakyat Indonesia. Mereka merasa, kok sesuatu yang penting bagi umat Islam sepertinya kurang diperjuangkan pemerintah sampai akhir, padahal Saudi belum memutuskan, kan masih ada peluang, ” kata pengkritik haji Dadi Darmadi.

Dadi membayangkan, dari 45. 000 dengan perhitungan kotor, Indonesia berpotensi mendapatkan sekitar 4. 000 hingga 5. 000 orang dan mungkin lebih kecil.

Indonesia sebagai negara Islam terbesar mendapatkan kuota haji terbanyak di dunia memiliki posisi dingin untuk memperjuangkan kuota itu.

“Ini bukan soal jumlah, tapi tentang upaya pemerintah untuk membangkitkan semangat bangsa bahwa pemerintah berhasil memperjuangan yang paling penting untuk umat Islam Indonesia serta ada harapan bagi jemaah untuk naik haji, ” katanya.

Penyelenggara haji, ‘bantu kami bertahan’

Biro travel haji dan umroh menghormati keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan haji tahun 2021.

Sumber gambar, Antara Foto

Tertib Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI) & himpunan Pengusaha Umrah serta Haji (Himpuh) menghormati mengikuti mendukung keputusan pemerintah tersebut.

Namun, Ketua Ijmal AMPHURI, Firman M Sinar meminta pemerintah untuk menganjurkan kemudahan dan stimulus untuk pengusaha untuk dapat berdiam sambil menunggu kembali dibukanya pelaksanaan haji dan umroh.

Menurut Firman, setahun pandemi Covid-19 telah membuahkan banyak penyelenggara haji serta umroh tutup sementara maka bangkrut.

“Seperti pengembalian setoran lebih cepat mematok stimulus kegiatan bersama yang membantu kami menjalankan jentera usaha, ” kata Titah.

Senada, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Haji serta Umrah, Mucharom berharap kepada pemerintah agar bisa memperjuangkan dibukanya pelaksanaan umroh sehingga roda perusahaan terus berjalan.

“Satu tahun ini tidak ada pemasukkan sebanding sekali dan ini tahun kedua. Ini akan meyebabkan PHK di penyelenggara haji, ” katanya.

Menag: ‘Keputusan yang pahit’

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pemaparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/05).

Sumber gambar, Antara Foto/Hafidz Mubarak A

Keputusan pembatalan ibadah haji diambil atas beberapa pertimbangan, yaitu keselamatan WNI dari ancaman pandemi Covid-19 yang masih melanda ratusan negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

“Ini dirasakan sebagai kesimpulan yang pahit, pemerintah meniti Kementerian Agama menyampaikan simpati yang setinggi-tingginya, terutama para calon jemaah haji Nusantara, tapi kami yakini ini lah keputusan yang terbaik, ” katanya.

Pertimbangan asing adalah pemerintah Arab Saudi belum mengundang Indonesia untuk membahas penyelenggaraan ibadah haji di tengah semakin singkatnya waktu persiapan, kata pemimpin Komisi VIII DPR Yandri Susanto.

“Sampai detik tersebut pemerintah Saudi belum memperkenankan penerbangan dari Indonesia ke Jeddah maupun madinah tercatat kuota haji juga belum diberikan kepada Indonesia, ” kata Yandri.

Yandri menambahkan, semoga dengan kesimpulan ini akan meningkatkan pelayanan haji di masa mendatang, “dan pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk tetap mengabulkan lobi supaya penerbangannya dibuka untuk melaksanakan umroh di masa mendatang”.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ustazah (PBNU) Helmy Faishal Zaini juga mengungkapkan kesedihan mendalam yang dialami calon Kelompok haji akibat keputusan itu.

“Apalagi waiting list dengan puluhan tahun, maka kita ambil hikmahnya, kita berharap, mudah-mudahan dengan ditunda itu tidak mengurangi sama sekali makna niat kita buat melaksanakan ibadah haji, ” kata Helmy.

Di sesi yang sama, Penulis Jenderal MUI, Amirsyah Tandingan, meminta calon jamaah haji untuk bersabar.

“Pemberangkatan jamaah haji cuma soal waktu, ” ucapnya.

Tahun lalu, Pemerintah Nusantara memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji akibat pandemi Covid-19 yang tidak mendatangi mereda.

Saudi cuma mengizinkan warga yang berada di dalam negaranya buat beribadah haji.

Indonesia menjelma negara yang mendapatkan kuota haji terbanyak sedunia sejumlah 231. 000 jemaah tahun 2020, dengan princian 212. 520 eamaah reguler & 18. 480 jemaah haji khusus.