Friksi pecah di Masjid al-Aqsa setelah salat Jumat, penghentian senjata berlaku di Gaza

bentrokan-pecah-di-masjid-al-aqsa-setelah-salat-jumat-gencatan-senjata-berlaku-di-gaza-34

Sumber gambar, Getty Images

Setidaknya 15 warga Palestina terluka di bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid al-Aqsa, di daerah pendudukan dalam Yerusalem Timur, sementara di Gaza gencatan senjata Hamas dan Israel memicu awak turun ke jalan-jalan.

Banyak laporan bertolak buntut terkait penyebab kerusuhan.

Dewan berita resmi Palestina Wafa mengutip para saksi mata yang mengatakan setelah salat Jumat, jemaah tetap berharta di kompleks masjid untuk merayakan gencatan senjata pada Gaza mengakhiri pertempuran 11 hari.

Namun polisi Israel, menurut Wafa “menyerbu kompleks dan mulai membiarkan tembakan peluru karet dan gas air mata ke arah jamaah. ”

Setidaknya 15 karakter terluka karena tembakan peluru karet sementara lainnya karena gas air mata atau pukulan polisi, menurut Wafa.

Petugas medis Palestina mengucapkan kepada kantor berita Reuters sekitar 20 warga Palestina terluka.

Polisi Israel sebelumnya mengatakan “kerusuhan pecah” sesudah salat dan bahwa awak Palestina melemparkan batu ke arah polisi.

Sumber gambar, Getty Images

Sumber gambar, AFP

Sumber gambar, Getty Images

Sumber gambar, Getty Images

Sumber gambar, Reuters

Kompleks Masjid al-Aqsa ialah tempat suci bagi Muslim dan juga Yahudi, wadah yang disebut Temple Mount. Kompleks ini sering menjelma tempat kerusuhan antara penjaga Israel dan warga Palestina.

Israel menduduki Yerusalem Timur sejak perang Timur Sedang pada 1967 dan menganggap seluruh kota sebagai ibu kota, langkah yang tidak diakui mayoritas komunitas global.

Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara independen pada masa depan.

Gencatan senjata di Gaza

Sebelumnya, Hamas dan Palestina mulai meresmikan gencatan senjata, mengakhiri 11 hari pertempuran kedua bagian yang telah menewaskan bertambah dari 250 orang, beberapa besar di Gaza.

Sumber gambar, AFP

Warga Palestina tumpah ke jalan-jalan di Gaza tak lama sesudah gencatan senjata dimulai, tatkala Hamas memperingatkan mereka tentu berwaspada.

Sumber gambar, Reuters

Baik Israel dan Hamas sama-sama mengeklaim kemenangan di konflik ini.

Menyuarakan juga :

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengucapkan gencatan senjata merupakan “peluang sesungguhnya” untuk mencapai kemajuan.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Tak periode setelah gencatan senjata legal pada pukul 02: 00 pada Jumat (05: 00 WIB), banyak warga mendarat ke jalan-jalan dengan mobil ataupun berjalan kaki untuk merayakan.

Di Gaza, pengemudi membunyikan klakson tatkala pengeras suara dari masjid-masjid meneriakkan “kemenangan kelompok balasan. ”

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba dalam mesin pencari lain

Militer Israel mengatakan mereka mencabut pembatasan darurat dalam seluruh wilayah.

Kabinet Israel membenarkan bahwa sudah dikeluarkan keputusan untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hamas.

Target terbanyak di Gaza

Sumber gambar, Getty Images

Pertarungan pecah pada 10 Mei lalu setelah ketegangan Israel-Palestina selama berminggu-minggu di wilayah yang diduduki Yerusalem Timur, yang berujung pada pertikaian di Masjid al-Aqsa.

Hamas meluncurkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari wilayah itu dan Israel membalas dengan gempuran udara.

Paling tidak 243 orang meninggal termasuk lebih dari 100 anak-anak dan perempuan di Gaza, taat kementerian kesehatan Palestina. Sementara Israel mengatakan mereka membasmi paling tidak 225 keras selama pertempuran.

Hamas tidak memberikan angka korban para pejuang mereka.

Di Israel, 12 orang termasuk dua anak meninggal, menurut aparat medis.

Militer Israel mengucapkan lebih dari 4. 300 roket ditembakkan ke ajaran wilayah mereka oleh Hamas dan mereka menyerang lebih dari 1. 000 tumpuan di Gaza.

Apa dengan dikatakan kedua belah bagian?

Sumber gambar, Getty Images

Untuk kali pertama kalinya dalam beberapa hari final, di Israel tidak dibunyikan lagi sirene peringatan tembakan roket dari Hamas, pertanda gencatan senjata mulai berlaku.

Sumber gambar, AFP melalui Getty Images

“Ini adalah euforia kemenangan, ” kata Khalil al-Hayya, seorang pejabat senior Hamas, dalam depan kerumunan ribuan warga Palestina di Gaza yang merayakan gencatan senjata.

Sumber gambar, Reuters

Sumber tulisan, AFP via Getty Images

Sedangkan Israel dalam pernyataannya mengatakan kampanye udaranya sudah membuat pencapaian “yang belum pernah terjadi” di Gaza, wilayah yang diblokade Israel sejak 2007 atau sejak dipimpin Hamas.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengutarakan di Twitter bahwa serangan ke Gaza telah men “keuntungan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Gencatan senjata antara kedua pihak itu diusulkan oleh Mesir dan berlaku secara “mutual dan tanpa syarat”.

Pemimpin Mesir mengatakan ia akan mengirim delegasi yang akan memantau penerapan gencatan senjata di lapangan.

Pejabat Hamas, Osama Hamdan, dalam ramah dengan kantor berita Associated Press mengatakan gencatan senjata dimulai pada Jumat pukul 2. 00 dini hari.

Sumber gambar, Reuters

Ia mengatakan perundingan gencatan senjata melibatkan Mesir dan Qatar.

Namun ia juga mengatakan Hamas saat ini “tidak kekurangan rudal”.

Ia mengucapkan serangan terhadap Israel “bisa berlanjut tak hanya hingga beberapa hari atau pekan ke depan, tapi bisa hingga beberapa bulan mendatang”.

Gencatan senjata dicapai sesudah aksi kekerasan dan bombardir militer Israel terhadap Gaza dalam 11 hari terakhir, sementara kelompok Hamas memicu roket-roket ke wilayah Israel.

Sumber gambar, Reuters

Pertempuran antara kedua pihak menewaskan setidaknya 232 orang di Gaza dan 12 orang di Israel.

Pra pengumuman gencatan senjata, Kepala Biden mengatakan kepada PM Netanyahu bahwa dirinya “mengharapkan adanya penurunan eskalasi dengan signifikan”.

Dalam perkembangan terpaut, sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pihak-pihak yang berbeda terikat dengan hukum global.

“Bahkan perang sekali pun punya aturan. Pertama serta yang paling utama, awak sipil harus dilindungi, ” kata Guterres dalam khotbah di Majelis Umum PBB, di New York, keadaan Kamis (20/05).

“Serangan semena-mena, serangan terhadap masyarakat sipil, terhadap rumah milik warga sipil adalah pelanggaran hukum perang. Demikian serupa dengan serangan terhadap sasaran-sasaran militer yang menyebaban hilangnya banyak nyawa warga dan luka terhadap warga biasa. ”

“Tidak ada justifikasi, apakah itu secara alasan membalas tindak terorisme atau membela diri… pihak-pihak yang berkonflik terikat secara hukum kemanusiaan internasional, ” kata Guterres.

Kronologi: Bagaimana kekerasan terus meningkat

Kekerasan dengan terparah selama beberapa tarikh terakhir di Israel & Wilayah Palestina di Jalur Gaza telah merenggut banyak nyawa. Konflik terbuka itu pecah setelah rangkaian ketegangan yang memuncak selama satu bulan sebelumnya. Berikut ini rentetan kejadian yang menghadap kepada pertikaian kedua bagian.

Bentrokan pecah di Yerusalem Timur antara warga Palestina dan polisi Israel

Masyarakat Palestina marah atas dipasangnya barikade di luar Gerbang Damaskus yang jadi pintu masuk ke Kota Lama Yerusalem sehingga menghalangi mereka untuk berkumpul di kian setelah salat di Masjid al-Aqsa pada malam mula-mula bulan suci Ramadan.

Ketidakpuasan warga Palestina sebelumnya sudah muncul akibat Presiden Mahmoud Abbas menunda Pemilu dengan telah direncanakan, pada akhirnya menyalahkan Israel atas penggolongan proses pemungutan suara untuk warga Palestina di Yerusalem Timur.

Hamas – kompetitor bagi kubu Presiden Abbas yang menguasai Gaza & juga mencalonkan kandidatnya awut-awutan marah atas penundaan Pemilu.

Kekerasan di sekitar Gerbang Damascus dan tempat-tempat lain di Yerusalem Timur langsung berlanjut tiap malam.

Sejumlah roket ditembakkan dari Gaza ke provinsi Israel, yang dibalas secara serangan udara setelah sekian lama berlangsung masa mati antara Israel dan Palestina.

Bentrokan meluas ke Jaffa, yaitu praja pelabuhan yang bersebelahan secara Tel Aviv dan banyak dihuni etnis Arab berantakan Yahudi.

Di Yerusalem, kaum muda Yahudi, yang marah atas susunan serangan warga Palestina terhadap orang Yahudi Ortodoks dengan difilmkan dan dimuat ke aplikasi TikTok, menyerang karakter Arab sekaligus meneriakkan slogan-slogan anti-Arab.

Ratusan kawula ua-nasionalis Yahudi berdemo sambil meneriakkan “Matilah Orang-orang Arab” ke arah Gerbang Damaskus untuk memprotes serangan karakter Arab atas orang Yahudi. Bentrokan pun pecah pada lokasi antara warga Palestina dan polisi yang berupaya memisahkan kedua kelompok. Puluhan orang luka-luka.

Kekerasan jarang orang Arab dan Yahudi meluas ke wilayah-wilayah asing di Kota Yerusalem.

Kelompok militan memicu puluhan roket ke Israel dari Gaza, yang dibalas dengan serangan udara.

Faksi Fatah dengan mendukung Presiden Mahmoud Abbas dan Hamas mengutuk kerawanan penggusuran keluarga-keluarga Palestina sebab rumah-rumah mereka di provinsi Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, oleh para pemukim Yahudi menjelang sidang pengadilan. Hamas menyerukan orang-orang Arab buat membentuk “perisai perlawanan manusia” di sana.

Hari-hari berikutnya, polisi dan pendemo berulangkali bentrok di lokasi itu yang menjadi pusat pemenuhan kemarahan warga Palestina.

Militan di Gaza mulai mengirim balon pembakar ke Israel selama kira-kira hari berturut-turut, menyebabkan puluhan kebakaran.

Perut pria bersenjata Palestina ditembak mati dan seorang sedang luka-luka setelah menembaki tentara keamanan Israel di Susur Barat bagian utara. Pihak berwenang Israel mengatakan kawanan bersenjata itu merencanakan “serangan besar” di Israel.

Malam kedua kekerasan dalam Yerusalem Timur berlangsung sesudah puluhan ribu orang doa di masjid al-Aqsa pada malam Lailatul Qadr.

Penjaga dan pendemo bentrok di Gerbang Damaskus. Polisi memakai meriam air, peluru karet, dan gas air sembrono menghadapi kerumunan warga Palestina, yang beberapa melempari akik.

Lebih dari 120 masyarakat Palestina dan 17 penjaga Israel luka-luka.

Mahkamah Agung Israel memurukkan sidang atas kasus Sheikh Jarrah setelah ada teriakan penundaan karena meningkatnya kegaduhan. Ketegangan tetap tinggi serta rangkaian bentrokan tetap terjadi antara polisi Israel serta warga Palestina di Sheikh Jarrah dan Gerbang Damaskus.

Bentrokan di dalam dini hari pecah kurun polisi dan warga Palestina di kompleks masjid al-Aqsa, di mana massa membuang batu dan polisi memicu granat kejut.

Kemarahan awak Palestina telah disulut oleh rencana pawai peringatan tahunan Hari Yerusalem yang dijadwalkan pada sore hari sebab ratusan kaum nasionalis Israel untuk merayakan perebutan Yerusalem Timur oleh Israel pada 1967

Pawai itu rencananya melewati kawasan yang mayoritas dihuni orang-orang Arab di Kota Lama dan ini dianggap warga Palestina jadi provokasi yang disengaja. Alhasil jalur pawai diubah, namun kekerasan tetap terjadi dengan melukai lebih dari 300 warga Palestina dan 21 polisi Israel di pelik suci.

Hamas mengeluarkan ultimatum kepada Israel agar “menarik semua pasukannya dari masjid al-Aqsa dan Sheikh Jarrah pada pukul 18. 00. Saat lewat tenggat waktu tanpa digubris Israel, sejumlah roket ditembakkan ke Yerusalem, kali pertama dalam bertahun-tahun terakhir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Hamas sudah “kelewat batas” serta Israel membalasnya dengan pukulan udara, menewaskan tiga anggota Hamas.

Saling balas tembakan roket dan serangan hawa kian memuncak menjadi percekcokan paling dahsyat antara perut pihak sejak perang tahun 2014.