Covid di Australia: Kota terbesar Sydney perpanjang lockdown; bagaimana pertahanan yang rapat kesimpulannya jebol

covid-di-australia-kota-terbesar-sydney-perpanjang-lockdown-bagaimana-pertahanan-yang-rapat-akhirnya-jebol-15

Australia, covid, sydney, lockdown

Sumber tulisan, Lisa Maree Williams / Getty Images

Penduduk Sydney kembali harus menjalani lockdown selama seminggu lagi saat kota terbesar pada Australia itu masih berjuang meredam lonjakan kasus Covid.

Pemerintah negara bagian New South Wales mengatakan ini adalah “keputusan sulit” di tengah upaya menyerang varian Delta yan betul menular.

Perintah status di rumah berlaku sejak 26 Juni lalu.

Namun bermunculan kluster-kluster mutakhir setelah sejumlah warga yang ternyata positif diketahui muncul rumah terkait kebutuhan esensial.

Baca juga :

Lonjakan sekitar 330 kasus tersebut merupakan yang terburuk dalam Sydney tahun ini.

Perintah tinggal di rumah yang mencakup lebih daripada lima juta warga di kawasan Sydney Raya, Wollongong dan Central Coast tadinya berlaku hingga pada Jumat (9/7).

Namun perintah itu akhirnya diperpanjang hingga 16 Juli. Semua sekolah di kawasan tersebut harus menutup pekan depan.

Pemerintah New South Wales menyadari “penderitaan dan tekanan” dengan dialami banyak keluarga dan pelaku usaha selama masa lockdown.

Namun, membuka kalangan pejabat, dengan level kasus harian yang sedang tergolong tinggi – 27 kasus baru pada keadaan Rabu (7/7) – & masih sedikit warga dengan divaksin memaksa pihak berkuasa memperpanjang lockdown.

Australia, covid, sydney, lockdown

Sumber gambar, James D. Morgan / Getty Images

Mematok kini belum sampai 10% warga Australia yang divaksin dosis penuh. Kurangnya sediaan, terutama vaksin Pfizer, membuat masih banyak warga yang belum bisa disuntik hingga bulan-bulan akhir tahun itu.

“Yang kami ingin lakukan adalah berbuat terkemuka untuk memastikan ini menjelma lockdown terakhir sebelum mayoritas warga sudah divaksinasi, ” kata Menteri Besar New South Wales, Gladys Berejiklian, pada Rabu (7/7).

“Kami tidak ingin berada pada situasi yang memaksa saya harus berkali-kali terapkan lockdown. ”

Australia tengah berjuang atas varian Delta

Sydney merupakan kota yang terparah dilanda Covid varian Delta di Australia, walaupun kasus penularannya sudah menyebar ke penjuru negeri.

Bocornya virus itu dari hotel tempat karantina pekan semrawut membuat sejumlah kota luhur langsung terapkan lockdown semrawut termasuk Brisbane, Darwin, dan Perth – yang berpengaruh pada setengah rakyat Australia.

Namun pemerintah di kota-kota tersebut telah mampu meredam lonjakan kasus serta sudah mengakhiri lockdown pasar lalu.

Australia selama ini menerapkan lockdown & penelusuran kontak secara lekas untuk memerangi penularan Covid sejak awal pandemi.

Dibanding negara-negara lain, peristiwa infeksi Covid di Australia tergolong rendah, dengan 910 kematian dan kurang dari 31. 000 kasus.

Batasi kedatangan internasional

Bandar udara di Australia

Sumber gambar, Getty Images

Cara lain yang diterapkan Australia adalah memangkas jumlah orang yang boleh meresap ke negara tersebut melalui penerbangan komersial menjadi cuma sekitar 3. 000 karakter per pekan.

Langkah ini diharapkan bisa menekan tekanan terhadap sistem karantina yang kewalahan menghadapi kebocoran varian Delta Covid-19 yang sangat menular.

Kebijakan itu berlaku mulai 14 Juli dan besar kemungkinan diterapkan hingga tahun depan.

Pemerintah mengatakan, aturan itu akan dicabut ketika sebagian besar warga sudah menyambut vaksin.

Warga Australia pada luar negeri, yang kudu berpisah dengan keluarga selama berbulan-bulan mengatakan kecewa dengan peraturan ini, namun Pertama Menteri Scott Morrison mengucapkan, langkah ini harus diambil.

Terhitung mulai 14 Juli, jumlah kedatangan melalui penerbangan komersial dibatasi cuma 3. 000 orang bola lampu pekan.

Kedatangan di salah satu bandar udara di Australia

Sumber gambar, Getty Images

PM Morrison selalu mengumumkan uji coba karantina di rumah dan isolasi yang lebih pendek — yaitu tujuh hari — bagi orang-orang yang melakukan perjalanan yang sudah divaksin.

Sejauh ini jumlah karakter dewasa yang sudah divaksin kurang dari delapan upah, yang menyebabkan sejumlah pihak menilai pemerintah sangat lengah menggulirkan program vaksinasi.

Beberapa pihak mengatakan kelambanan tersebut antara lain disebabkan oleh keengganan warga menerima vaksin AstraZeneca, sementara di sisi lain pasok vaksin Pfizer terbatas.

Bagaimana pertahanan dengan rapat akhirnya jebol

Pada setahun terakhir, Australia dipandang tergolong berhasil meredam pandemi Covid-19.

Negara itu sudah memasuki tahap “normal Covid” yang membuat warganya bisa makan dengan selamat di restoran dan mengunjungi kelab malam serta bisa ramai-ramai nonton pertunjukan irama.

Pertahanan menangkal serangan Covid di Australia — mulai dari penutupan pinggiran hingga kewajiban karantina — dinilai 99, 99% makbul.

Saat muncul kenaikan peristiwa yang tidak biasa dalam suatu wilayah, pihak berkuasa langsung bertindak dengan me- lockdown kota tersebut sambil membongkar-bongkar ( tracing ) siapa saja dengan terpapar.

Sydney, kota terbesar sekaligus termakmur di Australia, berhasil untuk tidak sampai menerapkan karantina provinsi berkali-kali karena sistem penelusurannya yang “kelas satu. ”

Namun, ceritanya langsung bertukar dalam dua pekan final. atau saat Covid varian Delta berhasil membobol pertahanan kota itu.

Di dalam satu pekan, angka tentu di sana melonjak maka lebih dari 100 peristiwa.

Buat memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba dalam mesin pencari lain

Mulai Jumat 25 Juni, pejabat setempat akhirnya membatalkan terapkan lockdown di Sydney. Senin pekan ini, krisis di Sydney itu menjalar ke tingkat nasional kacau di mana lonjakan kejadian terjadi di empat negara bagian maupun wilayah.

Empat kota besar — Sydney, Darwin, Perth, & Brisbane — kini melaksanakan lockdown .

Lebih dari 20 juta warga Australia, sekitar 80% dari total populasinya, kini harus mengalami pembatasan kegiatan. Ini jumlah terbesar sejak lockdown nasional kali pertama diterapkan di asal pandemi tahun lalu.

Dalam pertemuan darurat Senin (28/6), pemerintah pusat & daerah berupaya mengatasi lonjakan kasus dengan memperluas kanal vaksinasi bagi masyarakat.

Namun banyak warga Australia kini bertanya-tanya, mengapa kudu kembali lockdown , yang berarti tujuh bulan setelah dunia berangkat menggelar vaksinasi massal.

Bagaimana varian Delta menunggangi titik-titik lemah?

Kalangan epidemiolog mengatakan bahwa varian Delta telah terbukti sebagai yang paling cepat menular daripada semua varian Covid yang telah diteliti.

Sejenis melihat ada celah di sistem pertahanan di Australia, varian tersebut langsung menjemput kesempatan.

Australia, covid

Sumber tulisan, Getty Images

Sistem perbatasan dan karantina Australia sudah menghadapi tantangan yang bahkan berat sejak varian-varian perdana muncul di akhir 2020.

Pihak berwenang mendokumentasikan kasus-kasus di mana orang-orang yang baru tiba dibanding perjalanan jauh mengidap virus itu saat menjalani karantina, walau berada di dunia masing-masing.

Kalangan ahli menghawatirkan atas buruknya aliran udara di hotel-hotel perkotaan.

Sekitar 370. 000 orang telah menjalani pola karantina yang ditetapkan. Tetapi terjadi 10 pelanggaran yang menyebabkan kasus baru transmisi.

Dua kasus yang bikin Australia kembali bermasalah dengan pandemi itu tampak dari orang-orang yang melakukan karantina di hotel. Lengah seorang dari mereka adalah pekerja tambang di Northern Territory yang terpapar virus itu saat menjalani karantina di Queensland.

Seorang lagi adalah perempuan masyarakat Queensland yang terinfeksi malah saat dia menuntaskan kala karantina.

Titik lembek lainnya adalah para pekerja di perbatasan.

Australia dikenal sangat ketat di dalam membolehkan siapa saja dengan bisa masuk ke wilayahnya, dengan membatasi setiap minggu jumlah warga yang balik pulang dari luar negeri sekaligus langsung melarang menyelap mereka yang berasal lantaran wilayah “zona merah. ”

Begitu keluar dari pesawat, setiap penumpang langsung disambut tatapan intimidatif para aparat, baik itu perawat, penjaga, dan tentara yang bermasker dan langsung mengarahkan mereka langsung ke tempat karantina.

Namun kesiagaan itu tidak berlaku untuk semua staf di bandara, seperti sopir angkutan transportasi yang mengantar pendatang.

Pasien baru dari lonjakan kasus dalam Sydney adalah seorang supir berusia 60-an tahun dengan tertular dari seorang penumpangnya. Apalagi sopir itu belum divaksin, tidak pakai kedok, dan juga tidak dites secara berkala – dengan mana hal-hal tersebut tak diwajibkan dalam peraturan dengan berlaku saat itu.

Australia, covid

Sumber gambar, Getty Images

Terlepas dari titik-titik lemas pertahanan itu, kalangan spesialis meniilai bahwa varian delta merupakan “musuh yang hebat” karena cepat menimbulkan level infeksi yang tinggi.

Di negara bagian New South Wales, dengan Sydney sebagai ibu kotanya, pihak berwenang melaporkan hampir 100% penularan Delta terjadi pada rumah tangga ketimbang varian sebelumnya yang hanya 25%.

Klaster rumah tangga itu bisa terjadi hanya sebab warga berpapasan dengan orang yang sudah tertular dalam sebuah toko.

“Delta ini benar-benar sangat menular. Bahkan walau sudah divaksin sekalipun masih ada potensi untuk tertular, ” sirih Profesor Nancy Baxter, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat & Global dari Universitas Melbourne.

Dia mengungkapkan kalau sebelum munculnya wabah transmisi, untuk varian Delta itu pihak berwenang “tidak sanggup mengidentifikasi bagaimana penularan itu terjadi. ”

“Jadi menurut saya ketika sistemnya sudah sempurna, [varian] ini jadi tantangan. Namun ketika sistemnya tidak sempurna, ini yang memproduksi kita bisa jadi bahan empuk. ”

Tidak divaksin dan terpapar

Bahaya dengan ditimbulkan varian Delta pula menandakan kegagalan program vaksinasi di Australia.

Belum sampai 5% warga dewasa di negara itu yang sudah divaksin secara lengkap dan baru 29% yang menerima dosis pertama.

Di antara kelompok negeri maju (OECD), Australia termasuk terbelakang dalam program vaksinasi covid.

Kalangan pengritik menyatakan pemerintah harus bertanggungjawab.

1px transparent line

“Masih penuh yang baru divaksin beberapa, bahkan lebih banyak lagi yang belum divaksin, ” kata Profesor Raina MacIntyre dari Universitas New South Wales.

“Dengan begitu, masyarakat jadi sangat sensitif. ”

Lambatnya program vaksinasi di Australia itu dikaitkan dengan masalah pasokan dan rasa puas diri dengan rendahnya angka penularan. Belum lagi banyak yang khawatir atas risiko pembekuan pembawaan yang ditimbulkan vaksin AstraZeneca.

Ini yang membuat pemerintah awal tahun ini membatasi penggunaan vaksin itu hanya bagi warga berusia 60 tahun ke atas baik masih belum dapat pasokan yang cukup dari vaksin merek lain, yaitu Pfizer.

Situasi itu diperparah oleh pemberitaan sensasional sebanyak media terkait risiko vaksin AstraZeneca.

Itulah dengan membuat takut banyak awak Australia, termasuk seorang supir limo tadi yang dikaitkan dengan wabah di Sydney, yang menurut berita jalan lokal dia mengaku curiga menerima vaksin AstraZeneca.

Jadi apa yang kini dilakukan Australia?

Para ahli sepakat bahwa wabah terkini harus ditanggulangi dengan kebijakan lockdown dan pembatasan lainnya. Walau masih terbilang dini, mereka berharap bahwa shutdown semasa dua pekan di Sydney akan bisa memutus rantai penularan virus itu.

Namun untuk mencegah wabah-wabah baru Delta, Perdana Gajah Scott Morrison tampaknya harus menerima desakan dari para-para pakar: percepat vaksinasi massal.

Australia, covid

Sumber gambar, EPA

Dia telah memerintahkan vaksinasi wajib bagi petugas kesehatan dan karantina berusia tinggi di tempat yang berisiko tinggi.

Morrison pula telah membuka akses vaksin AstraZeneca bagi kaum bujang, serta menjamin ganti celaka bagi para dokter masa menghadapi situasi yang membahayakan mereka.

Akhir bagi “normal covid”

Para-para pakar juga memperingatkan kalau varian Delta kemungkinan luhur telah mengubah persepsi Australia atas Covid.

Saat vaksinasi massal kemungkinan tidak bisa tuntas hingga 2022, & ketika masih banyak warga Australia yang pulang daripada luar negeri, ancaman Delta masih tetap membayangi, introduksi para pakar.

Tersebut berarti langkah-langkah seperti tetap masker di tempat umum harus diterapkan.

“Sebelum masalah ini muncul, segalanya sudah oke. Kita bisa pergi keluar makan malam atau nonton pertunjukkan beriringan ribuan orang lainnya, ” kata Dr Baxter.

“Namun saya tidak yakin kita bakal bisa mengulanginya lagi sampai kita semua divaksin, karena begitu besar risikonya. Menurut saya tidak bisa lagi kita hidup minus adanya Covid, ” katanya.