Covid-19: Sebulan usai longgarkan lockdown, India jadi negara ketiga dengan peristiwa terbanyak di dunia


India mencatat lebih dari 24. 000 kasus baru Covid-19 pada 24 jam terakhir. Total total kasus positif virus corona pada India menjadi ketiga yang terbanyak di dunia.

Total kini ada 697. 413 kasus Covid-19 di India secara jumlah kematian 19. 693 orang.

Peningkatan total ini disumbang oleh kenaikan kejadian dari beberapa negara bagian dalam wilayah selatan, termasuk Telangana, Tamil Nadu dan Karnataka.

India membuka kembali pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan perkantoran dalam bulan lalu.

Selama tiga hari terakhir, kasus Covid-19 India telah melaju dengan kemajuan yang mengkhawatirkan, menambahkan lebih sejak 20. 000 kasus terkonfirmasi positif per hari.

Meskipun India memiliki jumlah kasus tertinggi ketiga, total kematian di negeri itu berada di urutan bagian delapan di dunia, demikian taat statistik Universitas Johns Hopkins.

Sebelumnya, sejumlah negara bagian dalam wilayah India selatan dilaporkan berhasil mencegah penyebaran infeksi corona.

Tetapi ini terlihat bertukar karena infeksi yang dilaporkan di selatan – Karnataka, Telangana, Andhra Pradesh dan Tamil Nadu awut-awutan tumbuh lebih cepat daripada level pertumbuhan nasional, demikian laporan tulisan kabar The Indian Express.

India melakukan lockdown atau karantina wilayah ketat pada Maret semrawut untuk mengekang penyebaran virus corona, yang semula jumlahnya hanya ratusan kasus.

Karantina mulai dilonggarkan secara bertahap pada Juni demi untuk mendorong kegiatan ekonomi, bahkan ketika kasus terus meningkat.

Tetapi para pandai merujuk pada tingkat kematian yang rendah di India – dua, 4% dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 4, 7% – jadi potensi yang baik untuk melonggarkan kebijakan lockdown.

Lagian, tingkat pemulihan yang sakit awut-awutan sekitar 60% dari semua urusan yang dikonfirmasi – adalah kode lain yang dianggap menggembirakan.

Infeksi aktif India – 36% dari total kasus – disorot secara signifikan karena kasus-kasus ini yang berdampak langsung pada pola perawatan kesehatan negara yang lemah, dan telah mendominasi berita pokok.

Banyak laporan mengenai pasien yang ditolak di berbagai rumah sakit, dan bahkan telah menyebabkan kematian dalam beberapa kejadian, di kota-kota seperti Delhi, Mumbai dan Bangalore, yang memicu nafsu warga.

Sebagian dari peningkatan jumlah ini merupakan cerminan dari peningkatan pengujian di semesta negeri, yang memang digenjot di beberapa pekan terakhir.

Jumlah tes harian yang dikerjakan telah meningkat menjadi sekitar 250. 000 tes, demikian laporan jalan lokal.

Berbagai negeri bagian dan kota telah meningkatkan fasilitas pengujian dan ibu praja Delhi, misalnya, sudah sangat berfokus pada pengujian antigen baru-baru itu.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Tetapi angka-angka terbaru tersebut juga merupakan akibat pemberlakuan kebijaksanaan normalisasi, sehingga angkanya meningkat balik, setelah karantina wilayah dicabut.

Kondisi ini sebagian adalah cerminan dari meningkatnya aktivitas pada luar ruangan, dengan pembukaan balik restoran dan kembalinya karyawan ke kantor.

Meningkatnya angka juga bisa menjadi indikasi bahwa India kemungkinan dengan cepat menentang puncaknya, sejalan dengan perkiraan penuh ahli sebelumnya bahwa Covid-19 hendak menyerang ketika musim hujan tiba antara Juli dan Agustus.