Covid-19: India dilanda ‘tsunami Covid’ setelah gelar ritual massal keagamaan dan pawai kebijakan – 230. 000 kasus dalam sehari

covid-19-india-dilanda-ac280c298tsunami-covidac280c299-setelah-gelar-ritual-massal-keagamaan-dan-pawai-politik-230-000-kasus-dalam-sehari-11

Sumber gambar, Reuters

India mencatat sebanyak 230. 000 kasus baru Covid-19 pada Sabtu (17/04) sehingga jumlah kasus secara keseluruhan di negara itu menyentuh 140 juta sejak pandemi dimulai tahun lalu.

Kepala Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa “kasus-kasus dan kematian terus meningkat pada laju dengan mengkhawatirkan”.

Dia memasukkan, “secara global, jumlah kasus baru per pekan dekat berlipat ganda selama besar bulan terakhir”.

Menyuarakan juga:

AS, India, dan Brasil—tiga negara dengan jumlah urusan penularan Covid-19 terbanyak dalam dunia—mencatat lebih dari utama juta kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.

Pekan lulus, rata-rata sebanyak 12. 000 kematian dilaporkan terjadi di setiap hari di seluruh dunia, demikian dilaporkan kantor informasi AFP.

Akan tetapi, pencatatan angka resmi sedunia jadi tidak menggambarkan angka dengan utuh di banyak negeri.

Apa yang terjadi dalam India?

Beberapa pekan lalu, India tampak mampu melayani pandemi. Pada Januari maka Februari, kasus Covid-19 di negara itu berada pada bawah 20. 000—relatif nista di negara dengan satu, 3 miliar penduduk.

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain

Dalam periode itu, perkantoran, rekan tradisional, mal, dan berbagai moda transportasi beroperasi secara kapasitas penuh. Pesta ijab kabul, acara keagamaan, dan perarakan politik turut digelar, dengan para pesertanya sebagian mulia tidak memakai masker & menjaga jarak.

Jadinya, sebagaimana dikatakan seorang tabib kepada wartawan BBC, Vikas Pandey dan Anshul Verma, terjadi “tsunami Covid”.

Sumber gambar, Getty Images

Semasa tiga hari berturut-turut, dari Kamis (15/04) hingga Sabtu (17/04) jumlah kasus Covid-19 mencetak rekor. Khusus di Sabtu (17/04), sebanyak 234. 000 kasus dilaporkan berlaku.

Acara keagamaan diikuti jutaan orang

Sumber gambar, Reuters

Perhatian rakyat India saat ini tertuju pada Festival Kumbh Mela yang diikuti jutaan umat Hindu. Sedikitnya satu. 600 orang teruji membangun mengidap Covid-19 setelah mendaftarkan acara tersebut antara 10-14 April.

Foto-foto menunjukkan sekian banyak orang berkumpul di Kota Haridwar, Negara Bagian Uttarakhand, kemudian berendam bergandengan di Sungai Gangga.

Sumber gambar, Getty Images

Pengikut Hindu di India beriktikad sungai tersebut suci & berendam di dalamnya mau membersihkan dosa-dosa sekaligus mendatangkan keselamatan.

Sebuah perkumpulan umat Hindu memutuskan menarik diri dari festival tersebut.

“Kumbh Mela sudah lengkap bagi kami, ” sekapur Ravindra Puri, sekretaris asosiasi Niranjani Akhada kepada media setempat.

Keputusan itu diambil sehari setelah Swami Kapil Dev, kepala perkumpulan Hindu lainnya, meninggal dunia dengan diagnosa Covid-19.

Sumber gambar, Getty Images

Meski serupa itu, banyak yang tidak mengambil sikap serupa.

Ujwal Puri, misalnya. Pebisnis berusia 34 tahun itu tiba di Haridwar pada 9 Maret dengan bersenjatakan sebesar botol hand sanitiser, masker, dan pil vitamin.

Pada BBC, dia mengaku tak diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas di bandara ataupun di Haridwar. Saat beribadah di Haridwar, banyak orang tampak tidak memakai kedok. Kalaupun ada yang mencantumkan, masker diturunkan ke dagu.

“Tidak ada jarak sosial. Orang-orang duduk bersebelahan dengan rapat untuk berdoa, ” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, sejarawan India bernama Gopal Bhardwaj menilai festival tersebut seharusnya ditunda.

“Kumbh kudu ditunda. Kumbh dimaksudkan buat memberi kedamaian pada nurani. Bagaimana mungkin orang menjumpai kedamaian diri jika orang tercinta tertular Covid? ”