China: Polisi Hong Kong tembakkan merica ke pendemo RUU lagu kewarganegaraan nasional China

China: Polisi Hong Kong tembakkan merica ke pendemo RUU lagu kewarganegaraan nasional China

Polisi di Hong Kong melepaskan tembakan berupa biji merica ke arah para pendemo, di Rabu (27/05), ketika para anggota Dewan Legislatif tengah membahas Rencana Undang-Undang yang akan menghukum sapa saja yang menghina lagu kewarganegaraan nasional China.

Sebesar demonstrasi kecil dilaporkan berlangsung pada beberapa lokasi dan puluhan orang telah ditangkap.

Hong Kong meningkatkan jumlah penjaga yang diturunkan ke jalan menjumpai pembahasan kedua RUU lagu kebangsaan China. Jalanan telah diberi sekat dan petugas huru-hara telah diturunkan untuk mengantisipasi protes.

Beberapa hari sebelumnya, China mengajukan draf Rancangan Undang-Undang Kebahagiaan Nasional yang kontroversial dan membuat kerusuhan di Hong Kong.

Kritikus mengatakan UNDANG-UNDANG tersebut adalah upaya langsung Beijing dalam mengikis kebebasan yang cuma diberikan ke Hong Kong.

Meski demikian, majikan Hong Kong, Carrie Lam, sudah menyangkal bahwa UU Keamanan Nasional akan mengurangi hak-hak warga Hong Kong, meski UU tersebut hendak melarang setiap pengkhianatan, hasutan, serta subversi, atau gerakan menjatuhkan kewenangan yang sah.

Hati anti-China meningkat

Jika RUU lagu kebangsaan China tersebut disahkan, siapapun yang menyalahgunakan atau menghina lagu kebangsaan itu akan didenda sampai 50. 000 dolar Hong Kong dan dipenjara paling lama tiga tahun.

Jika RUU tersebut disahkan oleh Dewan Legislatif di Rabu (27/05), RUU itu akan dibacakan untuk yang ketiga kalinya dan diajukan ke anggota badan untuk dipilih pada awal Juni.

Pendemo telah diajak turun ke jalan, mengepung gedung Dewan Legislatif guna menghambat kemajuan pembacaan RUU itu pada dewan.

Walaupun demikian, jumlah personel polisi dengan besar nampaknya sejauh ini lulus mencegah protes yang lebih tinggi. Masih belum diketahui apakah penolakan akan berlangsung nanti.

Hong Kong tidak memiliki lagu kebangsaannya sendiri, sehingga dalam acara-acara mulia seperti pertandingan sepakbola lagu kebangsaan China yang diputar.

Dalam beberapa tahun terakhir, lagu kebangsaan itu sering dicemooh penonton. Contohnya dalam pertandingan sepakbola kondisi Piala Dunia 2022, ribuan orang mencemooh lagu kebangsaan China dengan dimainkan sebelum pertandingan mulai.

Sentimen anti-China daratan masih tinggi di Hong Kong, terutama karena pemerintah tahun semrawut mengajukan rancangan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi tersangka ke China.

RUU itu menerbitkan kerusuhan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Akhir pasar lalu, protes besar terjadi lagi di Hong Kong, yang perdana dalam beberapa bulan terakhir. Pendemo mengabaikan aturan jaga jarak serta turun ke jalan menentang RUU Keamanan Nasional.

Nasib RUU itu rencananya akan ditentukan minggu ini di Dewan Legislatif, dan jika disahkan, dapat diterapkan paling cepat akhir Juni.

Undang-Undang Dasar Hong Kong, yang telah berlaku dalam kota itu sejak Hong Kong diserahkan kembali ke China sebab Inggris pada 1997, memberikan kira-kira kebebasan seperti hak untuk protes.

Ada kewaswasan bahwa undang-undang yang baru bakal mengurangi otonomi Hong Kong, & berpotensi memungkinkan China menempatkan penegak hukumnya di Hong Kong, beroperasi sama dengan aparat di tanah air itu.

Sebanyak 200 politisi senior dari bermacam-macam negara di dunia telah membuahkan pernyataan bersama yang mengritik agenda China tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo juga mengecam rencana ini, yang dipandangnya sebagai “pukulan telak” bagi kebebasan Hong Kong. Inggris, Australia, dan Kanada juga telah menyampaikan “kekhawatiran yang mendalam” atas rencana ini.