Buah hati Rizieq divonis penjara delapan bulan dan denda Rp20 juta: Pengaruhnya ‘makin melemah’ atau menunggu ‘peran’ saat Pilpres 2024?

habib-rizieq-divonis-penjara-delapan-bulan-dan-denda-rp20-juta-pengaruhnya-makin-melemah-atau-menunggu-peran-saat-pilpres-2024-32

Sumber gambar, Anton Raharjo/Getty

Rizieq Shihab dan lima orang lainnya divonis hukuman delapan kamar penjara oleh majelis ketua Pengadilan Negeri Jaktim, Kamis (27/05), terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Sentral, karena bersalah melanggar peraturan karantina kesehatan.

“Menjatuhkan pidana atas diri terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama delapan bulan, ” kata hakim ketua, Suparman Nyompa, Kamis sore.

Karena Rizieq Shihab telah ditahan sejak 13 Desember 2020, maka kemungkinan dia akan mendekam di kurungan hingga Agustus 2021 mendatang.

Menurut majelis ketua, Rizieq dan lima terdakwa lainnya (Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al-Habsyi, serta Maman Suryadi) bersalah terpaut kerumunan massa melebihi batas maksimum saat acara pernikahan putrinya dan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Petamburan.

Ketentuan ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut ijmal yaitu pidana penjara selama dua tahun. Jaksa juga menuntut agar Rizieq dkk dicabut haknya sebagai anggota pengurus ormas selama 3 tahun.

Menyuarakan juga:

Dalam amarnya, majelis hakim menjelaskan rencana pernikahan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar di Petamburan bukanlah kekejaman. Namun demikian, acara tersebut disebutkan menimbulkan kerumunan yang melanggar protokol kesehatan di tengah upaya pencegahan virus Corona.

Atas putusan ini, Rizieq dkk dan jaksa penuntut umum meminta periode selama sepekan untuk “pikir-pikir”.

Denda Rp20 juta untuk kasus kerumunan Megamendung

Sebelumnya, majelis hakim PN Jaktim, Kamis (27/05), telah menjatuhkan pidana denda sebesar Rp20 juta kepada Rizieq Shihab, karena terbukti bersalah tidak mematuhi peraturan karantina kesehatan dalam urusan kerumunan massa di Megamendung, Jawa Barat.

Sumber tulisan, Eko Siswono Toyudho/Getty

Vonis ini lebih ringan lantaran tuntutan jaksa yang menuntutnya 10 bulan pidana kurungan dan denda Rp 50. 000. 000 juta subsider tiga bulan kurungan.

Adapun perkara kerumunan massa di kawasan Petamburan, Jakarta Induk, akan dibacakan sekitar memukul 16. 00 WIB, Kamis, di lokasi sidang yang serupa. Dalam perkara kedua itu, Rizieq dituntut dua tarikh pidana penjara.

Pada amar putusan dalam kasus kelompok di Megamendung, majelis ketua menyatakan Rizieq terbukti bersalah lantaran tidak mematuhi metode karantina kesehatan, sehingga dijatuhi pidana denda sebesar Rp20 juta.

“Apabila denda tidak dibayar, maka akan diganti pidana kurungan selama lima bulan, ” kata salah-seorang majelis hakim.

Atas ketentuan kasus kerumunan di Megamendung, Rizieq dan kuasa hukumnya menyatakan “pikir-pikir”. Tanggapan sebangun juga dilontarkan jaksa penggugat umum.

Dalam berbagai jalan, Rizieq berkukuh dirinya tidak pernah mengajak massa buat menghadiri acara di Megamendung dan Petamburan.

Apa hasil putusan ini bagi zaman depan ‘politik’ Rizieq Shihab?

Pengamat politik dibanding Netfid (Network for Indonesia Democratic Society), Dahliah Umar, menganggap, pimpinan FPI itu masih punya pengaruh kebijakan, terutama menyangkut kepentingan kebijakan identitas, menjelang tahun Pemilu 2024.

Namun Dahliah melihat besar kecilnya buah Rizieq juga tergantung pada isu yang bisa menumpukan massa dalam jumlah banyak, mengingat FPI berbasis gaya massa.

“Selama tak ada pengumpulan massa dan tidak ada isu yang kemudian mampu untuk membakar massa, menurut saya mau semakin mengecil pengaruhnya. ”

Sementara Rizieq Shihab, menurut pengacaranya, berkukuh lestari akan berpolitik dan bersuara oposisi terhadap pemerintah.

“Sikap politik itu dilindungi undang-undang, jadi tidak tersedia yang berhak menghalangi. Perilaku politik dia akan dicarikan momentum yang tepat, kala dia sudah di luar (penjara), ” ujar Sugito Atmo Prawiro, pengacara Rizieq.

Sumber gambar, DANY KRISNADHI/AFP

Sedangkan politisi Partai Golkar, Dave Laksono mengatakan, meskipun sulit menghilangkan isu kebijakan identitas, namun menurutnya buah Rizieq Shihab sudah melemah sejak dua kubu dengan berseteru dalam Pemilu 2019 telah bergabung dalam gabungan pemerintah.

“Karena masa pilpres yang lalu, calonnya [kubu Rizieq Shihab] Pak Prabowo. [Dan] Pak Prabowo sekarang sudah gabung ke pemerintah, ” kata Dave kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Pada November lalu, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka peristiwa kerumunan massa yang mengenai protokol kesehatan Covid-19, setelah dia pulang dari Arab Saudi.

Sederet k asus hukum serta perjalanan Rizieq Shihab

Rizieq dilaporkan dugaan pelanggaran UNDANG-UNDANG ITE karena memelesetkan salam orang Sunda “Sampurasun” menjelma “Campur Racun”.

Rizieq pernah dilaporkan ananda mendiang Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, dengan tuduhan pencemaran nama baik Soekarno di ceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, 2011 suram. Ia diduga melanggar Pencetus 320 KUHP. Penyidikan peristiwa dihentikan pada Februari 2018.

Pendiri FPI ini juga pernah terlibat dugaan penodaan agama dalam ceramah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang menyebutkan, “Kalau Tuhan beranak, langsung bidannya siapa? ”

Rizieq dilaporkan dugaan melanggar UU ITE atas ceramahnya yang membicarakan logo palu arit di dalam uang kertas baru.

Sukmawati melaporkan Rizieq dengan dugaan penodaan Pancasila sehingga melanggar KUHP dan UU tentang Standar, Bahasa, dan Lambang Negara. Namun kasus ini dihentikan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada Februari 2018.

Rizieq dilaporkan dugaan penyebaran konten pornografi dan percakapan seks dengan melibatkan Firza Husein. Meski sempat dihentikan pada 2018, kasus pidana ini kembali diselidiki setelah hakim pada Desember 2020 memerintahkan kepolisian untuk melanjutkan proses lembaga.

Rizieq melarikan muncul ke Arab Saudi sesudah ditetapkan sebagai buron peristiwa pesan teks mesum.

Rizieq balik ke Indonesia dan disambut oleh pengikutnya.

Rizieq terseret kasus perkiraan pidana kerumunan peresmian langgar di Markaz Syariah Pondok Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rizieq terseret kasus ulangan usap PCR di RS Ummi yang dianggap tak kooperatif dan transparan perkara pelaksanaan tes.

Rizieq menjadi tersangka urusan dugaan pidana pelanggaran adat kesehatan pada kerumunan pada Petamburan saat menggelar ijab kabul anaknya dan perayaan kemunculan Nabi Muhammad.

Rizieq berstatus sebagai simpulan terkait kerumunan yang terjadi di Mega Mendung, Jawa Barat.

Organisasi Front Pembela Islam (FPI) yang didirikannya sejak 1998 dibubarkan pemerintah secara sejumlah alasan, di antaranya anggaran dasar FPI bentrok dengan UU Organisasi Kelompok dan setidaknya 35 orang anggota FPI diduga terlibat tindak pidana terorisme.

Rizieq menjalani sidang kasus kerumunan dalam Petamburan, Jakarta Barat, & Mega Mendung, Jawa Barat. Rencananya, vonis dibacakan pada 27 Mei 2021.

Sumber gambar, Adriana Adie/Getty

Dan akhir April lalu, polisi menangkap salah-seorang pimpinan FPI Munarman karena diduga menggerakkan orang asing serta mufakat jahat buat melakukan tindak pidana terorisme.

Dalam berbagai jalan, Rizieq Shihab atau arahan FPI lainnya menuduh barang apa yang dialami pihaknya jadi kriminalisasi dan korban kezaliman penguasa.

Tuduhan seperti ini sudah berulangkali dibantah oleh aparat kepolisian & pejabat keamanan pemerintah.

‘Masih punya pengaruh untuk kebijakan identitas’

Pengamat politik dari Netfid (Network for Indonesia Democratic Society), Dahliah Umar, menyatakan walaupun FPI sudah dibubarkan dan Rizieq Shihab menghadapi proses lembaga di pengadilan, pengaruhnya belum habis mengingat masih punya banyak loyalis dan itu bisa digunakan untuk kepentingan-kepentingan politik terkait politik individualitas jelang Pemilu 2024.

Namun itu semua bersandar pada pola gerakannya, oleh sebab itu tidak akan signifikan selama tidak ada pengerahan kawula atau tidak ada rumor yang menggerakkan massa.

“Kalau kita lihat figur-figur yang kemudian dipenjara memang masih bisa menyampaikan pesan-pesan melalui media sosial dengan diadministrasikan oleh loyalisnya.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

“Dia bisa bermain pada media sosial, tetapi karena FPI ini kekuatan kawula, selama tidak ada penyatuan massa dan tidak ada isu yang kemudian bisa untuk menggerakkan massa, patuh saya akan semakin makin kecil pengaruhnya.

“Apalagi sekarang perpolitikan yang dulu terpolarisasi sudah menyatu dalam liga pemerintahan, ” kata Dahliah kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Namun, sendat dia, walaupun di perserikatan pemerintahan untuk mengurangi penentangan itu diusahakan oleh elit politik, tidak kemudian membina akar rumput itu menyatu juga. Ini yang membina Rizieq Shihab masih memiliki pengaruh.

“Jadi kebijakan identitas itu selesai dalam elit, tapi tidak jadi di bawah. Itulah kenapa kemudian Habib Rizieq tersebut walaupun nanti dia divonis atau dipenjara, tetap kawula setianya ada dan itu akan semakin sulit untuk dikontrol karena FPI-nya habis.

“Jadi ada pola yang massanya besar, dibubarkan, tapi secara ideologi membentuk mereka tidak hilang. ”

Sumber gambar, Reuters

Oleh karena itu, lanjut Dahliah, sebenarnya dibubarkannya FPI tidak kemudian mendirikan kekuatan massa ini langsung hilang.

“Dia hanya senyap sesaat, tapi kalau nanti sudah mendapatkan majikan baru, misalkan Habib Rizieq nanti dipenjara, kemudian Buah hati Rizieq kemudian menunjuk jiwa A untuk meneruskan dan posisinya itu di sungguh penjara dan bisa membina kekuatan, massa terkumpul teristimewa dengan berganti nama. Oleh karena itu mereka cukup berganti nama aja.

Jadi sebenarnya tidak selesai dengan membuat atau menjerat pemimpinnya dalam kasus-kasus pidana tertentu, kemudian kita berharap organisasinya berhenti. Tersebut hal yang sangat pelik untuk dituju. ”

Taat Dahliah, setelah FPI dibubarkan, negara juga harus mempertimbangkan apa yang akan dilakukan terhadap para pengikut Rizieq Shihab.

Sumber gambar, BBC Indonesia

“Di FPI mampu saja selain ada unsur-unsur yang lebih condong menanggung kelompok-kelompok ekstremis, namun ada anggota yang tergolong biasa-biasa saja, yaitu orang-orang Islam yang suka mengaji lalu gabung ke FPI.

Jadi, menurut saya negeri harus mengikuti terus dengan jalan apa, apa saja yang dikerjakan oleh pendukung Habib Rizieq di FPI ini, serta kemudian tidak boleh mengecap bahwa semua pengikut Kekasih Rizieq itu berpotensi sebagai ancaman negara. ”

Oleh sebab itu, dengan adanya eksponen-eksponen eks FPI yang membentu organisasi baru, Dahliah menyarankan biar tidak dilarang, apalagi jika mereka kemudian dilihat jadi kelompok yang lebih mengarah ke kemaslahatan.

Organisasi baru lemahkan Rizieq Shihab?

Di sisi lain, sesudah dibubarkannya FPI, muncul dua organisasi baru yang disusun eksponennya, yaitu Front Pertalian Islam yang dideklarasikan sebab Aziz Yanuar dan Tersedia Front Persatuan Islam yang dideklarasikan Ahmad Sobri Lubis.

Sumber gambar, ANTON RAHARJO/GETTY

Menurut Dahliah dengan adanya organisasi yang kemudian mengklaim sebagai pengganti FPI, bisa saja kemudian buntut Rizieq Shihab itu jadi melemah.

“Artinya faktual dibubarkan FPI ini secara adanya organisasi baru, daya untuk menggugat pembubarannya menjadi ‘tidak dianggap terlalu penting’ karena toh sudah ada organisasi baru yang mau melanjutkan misi-misi FPI.

“Organisasi baru ini ada pemimpinnya juga, jadi sudah semakin terfragmentasi eksponen-eksponen FPI yang kemudian membuat organisasi sendiri-sendiri yang diklaim melanjutkan FPI.

“Itu salah satu indikator mengapa kemudian bisa saja Rizieq Shihab menjadi semakin melemah karena dia tidak lagi punya organisasi dengan dia pimpin, kemudian ada eksponen FPI yang melaksanakan organisasi sendiri-sendiri yang itu bisa saja menjadi gaya politik yang digunakan sebab siapapun untuk kepentingan politik nasional 2024, ” ujarnya.

‘Rizieq Shihab tidak ancaman besar’

Dave Laksono, politikus Partai Golkar dengan juga anggota Komisi I DPR mengatakan, dirinya tidak melihat kehadiran sosok Rizieq Shihab dan pendukungnya jadi ancaman, lantaran peta perpolitikan nasional sudah berubah belakangan.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Walaupun sentimen ‘anti-Jokowi’ masih disuarakan Rizieq Shibab & pendukungnya, Dave menganggap hati seperti itu makin menyurut.

“Karena waktu pilpres yang lalu, calonnya [kubu Rizieq Shihab] Pak Prabowo. [Dan] Pak Prabowo sekarang sudah gabung ke pemerintah, ” kata Dave kepada BBC News Nusantara, Rabu (26/05).

Dengan demikian, Dave tidak melihat kehadiran Rizieq yang menyebut dirinya sebagai oposisi sebagai “ancaman yang besar”.

“Saya tak melihatnya sebagai ancaman dengan besar, ” ujarnya.

Bila saat ini dirasakan sentimen anti pemerintahan Jokowi tersebut masih terlihat, hal itu lantaran kejadiannya “masih baru”.

Sumber gambar, MUHAMMAD IQBAL/ANTARA FOTO

“Ini kejadiannya pertama beberapa tahun yang lalu, dan sekarang ‘kan Presidennya masih Jokowi, akan namun saya melihat sentimennya bahkan melemah, ” jelasnya.

Namun demikian Dave meminta tadbir Jokowi agar tidak mengabulkan pendekatan “kekerasan atau hantam langsung” terhadap orang-orang yang selama ini dianggap sebagai pendukung Rizieq.

Di bagian lain, Dave Laksono mengatakan, penggunaan politik identitas keyakinan dalam perpolitikan, tidak masuk bagi proses demokrasi yang sehat.

“Kita memilih bahan bukan berdasarkan kemampuan atau kecakapan seseorang, tapi dipandang dari identitas [suku atau agama]… ini memberangus demokrasi itu sendiri, ” sirih Dave kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Sumber gambar, ED WRAY/GETTY IMAGES

Dalam praktiknya, Dave tak memungkiri politik identitas sedang berlangsung di masyarakat, yang antara lain ditunjukkan sentimen berdasarkan isu agama.

Tempat mencontohkan hal itu tampak nyata dalam Pilpres 2019 dan di pilkada pada Jakarta.

“Pasti [politik identitas] akan selalu tersedia semangat itu, dan selalu digunakan lawan politik buat mengurangi suara kita, ” kata Dave.

Pengacara: ‘Rizieq Shihab berpotensi menjadi vote-getter di Pilpres 2024’

Salah-seorang pengacara Rizieq Sihab, Sugito Atmo Prawiro mengatakan kliennya berkukuh tetap akan berpolitik dan bersikap antitesis terhadap pemerintah.

“Sikap politik itu dilindungi Undang-undang, jadi tidak ada yang berhak menghalangi. Sikap politik dia akan dicarikan paksa yang tepat, ketika dia sudah di luar (penjara), ” ujar Sugito Atmo Prawiro, pengacara Shihab pada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Namun diakuinya, zaman ini gerak-gerik kliennya dibatasi, dikontrol, dan diatur, sehingga kesulitan untuk menyuarakan aksi politiknya. “Kecuali kalau belakang dia sudah bebas, ” ujarnya.

Menurutnya, Rizieq merupakan pendukung “tokoh tertentu” terpaut Pemilu Presiden 2024. Bukti ini pula yang disebutnya membuat kliennya diperkarakan secara hukum, belakangan.

“[Rizieq Sihab] dianggap berpotensi untuk menjadi vo t e getter bagi pemilih pemula atau umat Islam, juga bisa mengkhawatirkan, ” katanya.

Sumber gambar, Sigit Prasetya/Getty

Alasan lainnya, banyak dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang berlaku di masyarakat, tapi menurutnya “hanya Rizieq Shihab yang disidangkan”.

“Ini sudah menjelma gambaran jelas (lebih adalah perkara politik), ” ujarnya.

Sugito mengaku apa dengan dialami kliennya saat tersebut menyebabkan kekuatannya sebagai antitesis menjadi “dibungkam”.

“Dan akhirnya pendukungnya bersikap di diam. Bukan berarti tidak bersikap. Kalau nanti ada pilpres, atau kegiatan politik, ketika ada momentum terbatas, pasti akan bersikap, ” jelas Sugito.

“Sekarang hidup dalam ketakutan, karena gaya sekarang sangat represif terhadap yang berbeda pendapat, ” tambahnya.