Belasan ribu murid terpapar Covid-19, perlukah pembelajaran tatap muka terbatas dipertahankan?

belasan-ribu-murid-terpapar-covid-19-perlukah-pembelajaran-tatap-muka-terbatas-dipertahankan-16

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN

Belum satu bulan penelaahan tatap muka (PTM) dijalankan, setidaknya sudah 15. 000 murid di berbagai wilayah terpapar Covid-19.

Itu terjadi di saat PTM secara terbatas sudah digelar di hampir setengah madrasah yang ada di Nusantara.

Klaster terbaru di sekolah, antara lain terjadi dalam tiga kota di Jawa Tengah, yaitu Purbalingga, Blora, dan Jepara. Awal pekan ini 90 murid dalam satu SMP di Purbalingga dinyatakan positif Covid.

Biar begitu, pemerintah pusat tetap mendorong kepala daerah lekas membuka kembali sekolah, pertama jika wilayah mereka hadir kategori PPKM level satu hingga tiga.

Namun pakar pendidikan membakar pemerintah tidak mengejar tumpuan jumlah sekolah yang dibuka, melainkan mengutamakan aspek kesehatan.

Selama pandemi, Jawa Barat berada di urutan perdana dalam daftar provinsi dengan jumlah murid terpapar Covid di sekolah, yaitu 2. 529 orang. Data tersebut merujuk survei terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Eli, orang gelap murid di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengaku saat ini tidak memiliki opsi untuk selalu menyekolahkan dua anaknya secara daring dari panti.

Jika memaksakan anaknya menelaah secara daring ketika PTM sudah bergulir, Eli memperhitungkan kemampuan akademis anaknya mau tertinggal dari teman-teman seangkatannya.

“Sempat ada orang primitif murid yang menolak PTM, tapi nanti anak dengan rugi. Belajar dari rumah dan PTM sangat bertentangan, terutama untuk anak SD. Daring seperti tidak sekolah, ” ucapnya via telepon, Rabu (22/09).

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Getty Images

Buat memastikan anaknya tidak terpapar Covid di sekolah, Eli meminta mereka untuk selalu menaati protokol kesehatan.

Eli berkata, anaknya perlu menjaga diri sendiri serta tidak bergantung pada bentuk maupun kepatuhan orang lain terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Saya mewanti-wanti agar bani saya tidak memegang barang sembarangan dan sering basuh tangan, ” ujarnya.

“Mau tidak mau mereka harus ke sekolah karena telah ada ketetapan pemda kalau sekolah wajib melakukan PTM terbatas.

“Sebelumnya kan pengikut dipersilakan untuk mengikuti PTM atau belajar secara daring dari rumah. Tapi sebab sudah menjadi aturan pemerintah, mau tidak mau ikut kami patuhi, ” kata pendahuluan Eli.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo

Sementara itu, Siti, orang usang murid di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, justru bersyukur anaknya bisa kembali menelaah di sekolah. Dia yakin anaknya tidak akan terpapar Covid jika selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Pendidikan dibanding dulu dilakukan tatap membuang. Kalau memang kondisinya telah baik dan normal, ya kembali saja ke pokok, kecuali ada aturan kalau sekolah harus daring” sekapur Siti.

“Mungkin banyak dengan menilai pembelajaran secara daring itu positif, tapi bakal saya, ternyata menemani anak-anak belajar di rumah itu sulit sekali, ” tuturnya.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Selama September 2021, berdasarkan data Kemendikbud Ristek, 42% sekolah di bervariasi jenjang pendidikan sudah menerapkan PTM terbatas. Ini merupakan persentase tertinggi sejak Agustus tahun lalu.

Merujuk Tulisan Keputusan Bersama (SKB) dengan diteken menteri urusan pelajaran, kesehatan, agama, dan pada negeri, sekolah wajib mewujudkan PTM terbatas jika para-para tenaga pengajarnya sudah divaksin.

Ketentuan itu diutamakan dalam daerah yang masuk bagian PPKM level satu sampai tiga.

Meski begitu, orang tua murid dibebaskan buat memberangkatkan anak mereka ke sekolah atau belajar daripada rumah.

Pelaksanaan PTM terbatas di setiap sekolah berbeda. Sekolah boleh menggelar PTM selama tujuh hari, tapi tetap menyediakan opsi pembelajaran daring.

Dalam setiap bagian PTM, jumlah maksimal pengikut di kelas adalah 18 orang atau 50% daripada kapasitas. Aturan ini resmi untuk sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas.

Sementara untuk jenjang pelajaran usia dini dan madrasah luar biasa, jumlah maskimal murid di kelas ialah lima orang atau 62% dari kapasitas.

Sekolah, covid-19

Sumber tulisan, AFP/JUNI KRISWANTO

Dalam peristiwa 90 murid tertular Covid di Purbalingga, pejabat setempat membantah kejadian itu berlaku akibat pelanggaran terhadap batas-batas pelaksanaan PTM.

“Sekolah itu belum melaksanakan PTM. Anak-anak datang ke sekolah cuma untuk mengambil soal penilaian tengah semester, ” logat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan Setiyadi.

“Itu pun dijalankan secara bergilir, mereka tak datang secara bersamaan. Sekolah juga sudah menerapkan prokes, menyediakan sarana cuci tangan, hand sanitizer, dan melarang anak untuk berkerumun, ” ujarnya.

Tri berkata, pihaknya masih menyelidiki penyebab tertularnya puluhan murid tersebut. Pemda berupaya mengisolasi mereka dalam tempat karantina yang terpusat, tapi Tri menyebut penuh orang tua murid yang menolak cara itu.

Pemberitahuan serupa juga dinyatakan pejabat Jawa Tengah terkait sekitar 40 murid yang tentu di delapan sekolah pada Kabupaten Blora.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Antara Foto/Indrayadi TH

Bagaimanapun, munculnya kasus Covid ini semestinya tidak meninggalkan upaya memulai kembali penelaahan di sekolah, menurut Totok Amin, pakar pendidikan sejak Universitas Paramadina.

Totok berceloteh, setiap klaster harus ditangani masing-masing. Dari situ, cakap dia, pemerintah harus memperoleh solusi agar klaster dengan sama tidak terjadi pada sekolah dan daerah asing.

“Jangan diperlakukan secara ijmal, tapi kasus per urusan. Dimitigasi dan dipelajari mengapa terjadi. Itu naganaganya pembelajaran bagi yang lain, ” kata Totok saat dihubungi.

“Tapi tidak bisa sebab ada klaster Covid berarakan seluruh PTM dihentikan, ” ucapnya.

Walau menganggap PTM penting dilakukan untuk menyalahi konsekuensi negatif pembelajaran jarak jauh selama pandemi, Totok menyebut pemerintah harus lestari mengutamakan aspek kesehatan.

Taat Totok, pemerintah perlu memikirkan vaksinasi orang tua pengikut dalam menggelar PTM. Selama ini, upaya membuka kembali sekolah hanya dipatok di dalam tingkat vaksinasi tenaga pengajar.

“Hukum pertama harus arah kesehatan, kalau sudah tenang baru dibuka. Targetnya merupakan kesiapan dari segi infrastruktur, termasuk guru. Tapi idealnya bukan hanya guru yang divaksin, tapi juga karakter tua. Itu lebih aman, ” ujar Totok.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Antara Foto/Teguh Prihatna

Pada sesi diskusi online, Selasa lalu, Dirjen PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah, Jumeri, menyebut bahwa metode pembelajaran yang hilang semasa sekolah daring mesti ditangani lebih cepat.

Menurutnya kebanyakan sekolah sudah siap mematuhi PTM, antara lain sebab sudah menyiapkan sarana cuci tangan.

Jumeri berkata, pemerintah juga menargetkan segenap guru di Indonesia lengkap tuntas menerima dosis kedua vaksin Covid pada akhir September ini.

“Kami butuh dukungan daerah, agar level 1-3 segera membuka PTM terbatas. Sebagian besar (64%) sekolah belum bisa PTM karena belum diizinkan oleh pemda, ” kata Jumeri dalam webinar tersebut.

Lengah satu pemda yang masih melarang PTM adalah Purbalingga. Padahal selama 21 September hingga pekan pertama Oktober, kabupaten ini masuk PPKM level tiga.

Besar Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan, menyebut semua sekolah harus membuktikan kesiapan sarana-prasarana yang memungkinkan penularan Covid.

Itu pun, kata Tri, belum cukup karena introduksi sekolah harus menunggu analisis satgas Covid terhadap pandemi di Purbalingga.

Sekolah, covid-19

Sumber tulisan, Kurun Foto/ANIS EFIZUDIN

Pekan lalu badan PBB dalam bidang kesejahteraan anak UNICEF, untuk unit di negeri berkembang,, mendorong agar negeri Indonesia kembali membuka sekolah di berbagai wilayah.

Penyudahan sekolah, menurut UNICEF, tidak hanya berdampak pada aspek pendidikan, tapi juga kesehatan tubuh dan keamanan anak.

Lengah satu konsekuensinya, merujuk inspeksi yang mereka lalukan dengan Kementerian Kesehatan, UNICEF membicarakan terjadi peningkatan pernikahan dini selama pandemi. Permohonan kelonggaran pernikahan untuk anak terangkat tiga kali lipat semasa setahun terakhir.

Kemendikbud Ristek juga menggunakan data-data tersebut sebagai pertimbangan kebijakan awal sekolah.

Meski begitu, pro-kontra terkait kebijakan ini masih terus terjadi, baik pada kalangan orang tua murid maupun pakar kesehatan.

Semenjak pembelajaran tatap muka dibuka oleh pemerintah pusat, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Bali adalah provinsi yang memutar sedikit membuka kembali madrasah.

Sementara itu, PTM terbanyak berlangsung di Aceh, Maluku Utara, Sumatera Barat, dan Jambi.

Kuli di Semarang, Margi Ernawati, berkontribusi untuk liputan tersebut